Logo Header Antaranews Kepri

Keputusan Golkar Terhadap Pilkada Kepri Tergantung Survei

Sabtu, 25 Juli 2015 23:50 WIB
Image Print
Partai Golkar (antarakepri.com/Rusdianto)
Sampai sekarang kami belum mengetahui hasilnya. Saya tidak pernah berhubungan dengan tim survei

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Keputusan DPP Partai Golkar terhadap pilkada serentak di Kepulauan Riau tergantung dari hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Lintas Nusantara.

"Sampai sekarang kami belum mengetahui hasilnya. Saya tidak pernah berhubungan dengan tim survei," kata Sekretaris DPD Partai Golkar Kepulauan Riau kubu Aburizal Bakrie, Agustar, yang dihubungi dari Tanjungpinang, Sabtu.

Agustar mengatakan saat ini berada di Jakarta bersama pengurus lainnya. Para pengurus Golkar di Kepri ingin mengetahui keputusan Tim 10 DPP Partai Golkar.

Tim ini dibentuk setelah dilakukan islah khusus antara kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono. Islah dilakukan agar Golkar dapat mengusung kandidat pada pilkada.

Kedua kubu ini juga memutuskan lembaga survei yang melakukan survei di Kepri maupun wilayah lainnya.

Lembaga survei melakukan survei figur yang diajukan kedua kubu. Kubu Aburizal Bakrie mengajukan tiga nama yakni Soerya Respationo, Ansar Ahmad dan Sudirman Almon.

Namun sejak beberapa bulan lalu, sebelum survei dilaksanakan, DPD Golkar Kepri kubu Aburizal mengajukan Soerya Respationo-Ansar Ahmad untuk diusung sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri.

"Sesuai prosedur kami mengajukan tiga nama, tetapi hasilnya nanti diharapkan hanya dua nama yang diusung yakni Soerya-Ansar," ujarnya.

Sementara pengurus Partai Golkar Kepri kubu Agung Laksono juga mengajukan tiga nama untuk disurvei yakni Huzrin Hood, HM Sani dan Nurdin Basirun.

Saat ini Ketua DPD Partai Golkar Kepri kubu Agung Laksono, Huzrin Hood berada di Jakarta menunggu keputusan Tim 10 DPP Partai Golkar.

"Kemungkinan sore ini sudah diputuskan," kata Huzrin.

Sebelumnya, HM Sani masih menunggu keputusan Partai Golkar. Dia berharap Golkar mengusung dirinya berpasangan dengan Nurdin Basirun.

"Kami masih menunggu keputusan Partai Golkar. Batas penantian kami sampai hari ini sebab besok memasuki tahapan pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur," kata Sani yang masa jabatannya sebagai gubernur berakhir 19 Agustus 2015. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026