
Penjualan Rumah di Batam Turun 20 Persen

Batam (Antara Kepri) - Ketua Real Estat Indonesia Khusus Batam, Djaja Roeslim mengatakan enjualan rumah di Kota Batam Kepulauan Riau menurun hingga 20 persen pada semester pertama 2015.
Berdasarkan catatan REI Khusus Batam, Rabu, pada tahun-tahun sebelumnya, penjualan rumah mencapai 10.000 ribu unit tiap tahun. Namun, hingga semester pertama tahun ini, baru sekitar 4.000 unit rumah yang terjual.
"Turun 20 persen," kata dia.
Menurut Djaja, penurunan penjualan rumah itu akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi makro secara global yang menurunkan daya beli masyarakat.
Selain itu, Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/10/PBI/2015 yang menghapus Kredit Pemilikan Rumah (KPR) secara inden juga membuat penjualan rumah di Batam melesu.
"Penghapusan KPR 'inden' menjadi lebih sulit bagi pengembang," kata Djaja.
Sementara itu, REI Khusus Batam berencana untuk melakukan sertifikasi kepada pengembang, demi menjaga profesionalitas developer.
REI akan menyiapkan lembaga khsusus dan terpecaya untuk mengeluarkan sertifikat kompetensi untuk pengembang.
"Karena tidak bisa sembarang lembaga yang bisa mengeluarkan sertifikasi, agar sertifikatnya juga terpercaya," kata dia.
Nantinya lembaga itu yang akan menyusun kriteria yang harus dipenuhi pengembang untuk mendapatkan sertifikat.
Ia percaya, sertifikasi pengembang mampu mendorong kualitas rumah yang dibangun, sekaligus menyaring perusahaan pengembang yang tidak profesional.
"Nantinya, masyarakat dengan sendirinya akan memilih pengembang yang memiliki sertifikat," kata dia.
"Dengan sertifikasi, masyarakat menerima produk dengan terjamin, seragam kualitasnya dan lebih bonafit," kata dia.
Sertifikasi juga membuat standar manajemen pengembang lebih teratur sehingga baik bagi perusahaan.
Mengenai sertifikasi pekerja bangunan menjelang pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN Desember 2015, ia mengatakan masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
