Logo Header Antaranews Kepri

LMB: Gubernur Kepri Sosok "Ayahanda" Berjiwa Humoris

Jumat, 8 April 2016 23:06 WIB
Image Print
Almarhum yang biasa dipanggil ayahanda, kalau ketemu saya selalu suka bergurau. Dengan candanya, kalau ketemu saya, dia mengajak main silat, duel dengan saya sambil pasang kuda-kuda dan jurus silat

Karimun (Antara Kepri) - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Laskar Melayu Bersatu Provinsi Kepulauan Riau Datuk Panglima Azman Zainal mengatakan, Gubernur Muhammad Sani semasa hidupnya dikenal sosok "ayahanda" yang berjiwa humoris dan pengayom.

"Almarhum yang biasa dipanggil ayahanda, kalau ketemu saya selalu suka bergurau. Dengan candanya, kalau ketemu saya, dia mengajak main silat, duel dengan saya sambil pasang kuda-kuda dan jurus silat," kata Azman Zainal di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Jumat.

Gubernur Kepri Muhammad Sani wafat sekitar pukul 15.00 WIB setelah mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Abdi Waluyo Jakarta. Sani yang merupakan putra kelahiran Karimun, sebelumnya juga sempat dirawat di rumah sakit di Singapura.

Menurut Azman, sifat humoris Sani membuat dia selalu disenangi semua kalangan, mulai dari kalangan pejabat sampai masyarakat umum.

Jiwa humoris dan suka bercanda, menurut Azman, juga terbawa-bawa ketika almarhum menghadiri dan memberikan sambutan dalam acara tertentu. "Tidak jarang kita tertawa lepas ketika mendengar canda dan humor beliau," kata dia.

Sebagai pimpinan organisasi kemasyarakatan Melayu, dia mengaku kerap mengkritisi kebijakan Sani, baik semasa menjabat Bupati Karimun maupun menjabat Gubernur Kepri.

"Tapi beliau tidak pernah marah, tidak pernah tersinggung dan tidak pernah menzalimini orang lain. Dia selalu terbuka pada semua kalangan, termasuk mantan-mantan lawan politiknya," tuturnya.

Sosok Sani, kata dia lagi, adalah sosok ayahanda yang layak dijuluki Bapak Pembangunan, baik untuk Kabupaten Karimun maupun Provinsi Kepri.

Sani merupakan bupati pertama yang terpilih melalui pilkada sejak Karimun menjadi kabupaten terpisah Kabupaten Bintan.

Sani yang kala itu didampingi Nurdin Basirun (kini menjabat Wakil Gubernur Kepri mendampingi Sani), telah meletakkan pondasi pembangunan, yaitu dengan membangun Komplek Perkantoran Pemkab Karimun, Rumah Sakit Umum Daerah, Masjid Agung dan Stadion Olahraga Badang Perkasa.

Sewaktu menjabat gubernur didampingi Soerya, lanjut Azman, almarhum juga memiliki pemikiran-pemikiran pembangunan yang berpihak kepada masyarakat kecil, seperti program rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan daerah pesisir dan nelayan.

"Selain itu seorang umara atau pemimpin, ayahanda juga seorang ulama. Kalau berbicara, beliau jarang lepas dari petuah dan ajaran agama," kata dia.

Dia berharap siapapun yang menggantikan almarhum sebagai gubernur, lanjut dia, dapat melanjutkan program dan visi dan misi yang telah dilakukannya selama dua periode menjabat gubernur.

"Kepada penggantinya, lanjutkan pemikiran-pemikirannya karena memang layak untuk dilanjutkan. Jangan lari dari pemikirannya dia, sehingga dia bisa tersenyum di alam baqa," demikian Ketua DPW LMB Kepri Azman Zainal. (Antara)

Editor: Sri Muryono



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026