Logo Header Antaranews Kepri

Pemprov Kepri Bantu Bebaskan Lahan untuk PLN

Rabu, 27 April 2016 16:13 WIB
Image Print
Kami akan melibatkan seluruh perangkat pemerintahan hingga RT dan RW untuk membantu melobi agar lahan dibebaskan

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) berjanji akan membantu PT PLN membebaskan lahan untuk pembangunan gardu induk, yang sampai saat ini dipertahankan oleh pemilik lahan tersebut.

Pelaksana Tugas Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat konferensi pers di Kantor Pemprov Kepri di Pulau Dompak, Tanjungpinang, berharap pemilik lahan bersedia menjual lahan miliknya yang akan digunakan untuk membangun garda induk.

"Kami akan melibatkan seluruh perangkat pemerintahan hingga RT dan RW untuk membantu melobi agar lahan dibebaskan," katanya.

Dia mengatakan pemilik lahan akan mendapat tiga keuntungan jika bersedia menjual lahannya. Pemilik lahan akan mendapat kompensasi dari penjualan lahan, pahala dan mendapat penerangan.

"Pemilik lahan berjasa kalau menjual lahannya kepada PLN untuk kepentingan penerangan," katanya seusai meninjau pembangunan interkoneksi listrik Batam-Pulau Bintan (Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang).

General Manajer PT PLN Unit Induk Wilayah Pembangunan II Wilayah Sumatra, Jurlian Sitanggang, mengatakan kapasitas listrik yang akan dialiri dari pembangkit listrik di Tanjung Kasam Batam menuju Pulau Bintan sebesar 150 MW.

Program interkoneksi listrik dari Batam-Pulau Bintan terkendala pembebasan lahan.

Pemasangan kabel transmisi dan pembangunan ganda induk tidak dapat dilakukan jika pemilik lahan tidak bersedia menjual lahannya.

Saat ini, kata dia, program interkoneksi sudah sampai di Tanjung Uban, Kabupaten Bintan. Sementara pembangunan garda induk di Sri Bintan, Kelurahan Air Raja Tanjungpinang dan Kijang Bintan belum dapat dilaksanakan karena terkendala lahan.

"Kami berharap ada kesamaan keinginan, sinergi hati, untuk menciptakan Pulau Bintan terang benderang, sebagaimana yang disampaikan pelaksana tugas gubernur," katanya.

Dia menargetkan permasalahan transmisi dan kabel induk tuntas sampai Juli 2016 sehingga listrik dapat dialiri ke rumah warga, dan tidak terjadi pemadaman listrik.

"Rencananya, pemasangan kabel transmisi dan garda induk dilakukan di Sri Bintan, dilanjutkan ke Air Raja, kemudian di Kijang," ujarnya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026