Logo Header Antaranews Kepri

Mahasiswa Pascasarjana USU Belajar ke BP Batam

Selasa, 17 Mei 2016 07:07 WIB
Image Print
Batam ini unik, makanya perlu perhatian pemerintah pusat untuk memberikan prioritas bagi daerah Sumatera khususnya Kota Batam di Kepri karena langsung berhadapan dengan negara luar

Batam (Antara Kepri) - Sebanyak 25 mahasiswa pascasarjana Program Magister Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan kunjungan ke Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk mempelajari pengelolaan Kawasan Batam.

"Status Batam dengan segala kelebihan dapat dijadikan sebuah konsep implementasi untuk perkembangan pada suatu daerah lainnya. Makanya kami tertarik untuk menggali informasi lebih banyak," kata Ketua Prodi Program Magister Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan Universitas Sumatera Utara (USU) Sirojuzilam di Batam, Senin.

Ia mengatakan informasi pengelolaan Batam yang diperoleh selama kunjungan ke BP Batam dapat sebagai bahan pembelajaran bagi mahasiswanya.

"Batam ini unik, makanya perlu perhatian pemerintah pusat untuk memberikan prioritas bagi daerah Sumatera khususnya Kota Batam di Kepri karena langsung berhadapan dengan negara luar," katanya.

Salah seorang mahasiswa yang turut hadir adalah Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan yang meminta penjelasan mengenai pembagian kewenangan antara BP Batam dan Pemerintah Kota Batam mengingat nantinya Danau Toba akan dibentuk Badan Otorita Danau Toba.

Harapannya agar tidak terjadi tumpang tindih ketika dibentuknuya peraturan perundangan badan tersebut.

Sementara itu, Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono memberikan apresiasi atas kunjungan yang dilakukan ke BP Batam yang diharapkan dapat memberikan masukan dan pembelajaran bagi mahasiswa.

Andi menambahkan Kewenangan BP Batam yang diberikan pemerintah pusat berdasarkan Keputusan Presiden No.41 tahun 1973 tentang daerah industri Pulau Batam dan Peraturan Presiden Republik Indonesia No.87 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Batam, Bintan, dan Karimun serta sejumlah peraturan perundangan lain.

Menanggapi pertanyaan Bupati Tapanuli Utara, Andi menyarankan perlu dilakukannya persiapan kelembagaan secara terencana kemudian bagaimana penyusunan dan struktur anggaran dan pembagian wilayah kerja otorita Danau Toba sesuai RTRW daerah.

"Menurut kami pembentukan badan tersebut untuk pertumbuhan ekonomi daerah dan bagaimana meningkatkan investasi dan memberikan kemudahan bisnis. Jadi harus dilakukan persiapan kelembagaan secara terencana," ujarnya.

Sejumlah perwakilan BP Batam yang turut menyambut rombongan tersebut adalah Plh Kasubdit Humas, Afhtar Fallahziz, Kasi Penyiapan Materi, Djohan Effendi. Sementara dari USU hadir juga Sekretaris Magister Perencanaan Pembangunan Wilayah Pedesaan USU. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026