Logo Header Antaranews Kepri

Pemkot Batam Survei Indeks Kepuasan Masyarakat

Jumat, 10 Juni 2016 16:33 WIB
Image Print
Kita akan gali informasi melalui Dinas Kesehatan. Karena ada juga yang bisik-bisik ke saya, ada indikasi dokter-dokter ini praktik di luar setelah jam 12. Kalau mau praktik ya cukup praktik saja. Tak usah jadi pegawai

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau akan melakukan kajian dan survei Indeks Kepuasan Masyarakat demi mengetahui kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah dalam melayani masyarakat kota.

"Saya mau lakukan studi yang ada indikatornya di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi, namanya Indeks Kepuasan Masyarakat," kata Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Batam, Jumat.

Kajian dan survei kepuasan masyarakat dilakukan di Puskesmas, Kecamatan dan Kelurahan, serta SKPD lain yang memberikan pelayanan, terutama perizinan dan rekomendasi.

Hasil kajian dan survei itu akan digunakan untuk menilai SKPD dalam menjalankan fungsi dan tugasnya kepada masyarakat dan agar pemerintah dapat memperbaiki bila ada ketidaksesuaian.

"Saya akan melakukan studi itu karena itu menjadi referensi bagi kami untuk mengambil kebijakan lebih lanjut," kata dia.

IKM, kata dia, merupakan parameter yang jelas dan pasti dalam mengukur kinerja SKPD dan unit pelaksana teknis yang ada di Pemkot.

Kepala Daerah tidak ingin dianggap membuat kebijakan berdasarkan subjektivitas dan kedekatan semata.

"Ukuran yang paling fair, ukuran yang paling objektif ya itulah IKM," kata mantan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kota Batam itu.

Ia menyatakan IKM juga masuk dalam visi dan misi saat dirinya dan Wali Kota Muhammad Rudi kampanye Pilkada 2014, sehingga harus dilaksanakan.

Sebelumnya, Amsakar kecewa dengan pelayanan Puskesmas yang kedapatan menutup pendaftaran pasien pada pukul 12.00 WIB, padahal masih ada pasien yang datang hingga sore.

Wakil Wali Kota menduga ada kesepakatan antar dokter yang direstui Kepala Puskesmas untuk mempercepat operasional Puskesmas agar dapat berpraktik di tempat lain.

"Kita akan gali informasi melalui Dinas Kesehatan. Karena ada juga yang bisik-bisik ke saya, ada indikasi dokter-dokter ini praktik di luar setelah jam 12. Kalau mau praktik ya cukup praktik saja. Tak usah jadi pegawai," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026