Logo Header Antaranews Kepri

Densus Masih Kembangkan Penangkapan Terduga Teroris Batam

Selasa, 6 September 2016 19:51 WIB
Image Print
Tidak berhenti sampai disini, penangkapan ini masih terus dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan akan ada penangkapan lagi

Batam (Antara Kepri) - Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian mengatakan Densus 88 Anti Teror Polri terus mengembangkan penangkapan sejumlah terduga teroris pimpinan Gigih Rahmat Dewa pada beberapa tempat di Batam.

"Tidak berhenti sampai disini, penangkapan ini masih terus dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan akan ada penangkapan lagi," kata Sam di Batam.

Sejauh ini, Densus 88 Anti Teror Mabes Polri sudah menangkap tujuh orang jaringan Khatibah Gonggong Rebus/Khatibah Rahmat Dewa di Batam masing-masing enam terduga teroris pada Jumat 5 Agustus 2016 dan satu orang terduga teroris pada 3 September 2016.

Enam orang ditangkap 5 Agustus 2016 pada beberapa lokasi berlainan itu yakni Gigih Rahmat Dewa (31), Tar (21) dan ES (35) ditangkap di kawasan Batam Center, TS (46) ditangkap di Nagoya, HGY (20) dan MTS (19) ditangkap di Jalan Brigjen Katamso, Batuaji, Batam.

MTS selanjutnya dilepaskan karena tidak terbukti terlibat dalam jaringan tersebut. Lima lainnya ditetapkan sebagai tersangka dan dibawa ke Jakarta.

Selanjutnya pada Sabtu (3/9) Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri juga menangkap LH di warnet Maxxis, Perumahan Fanindo, Batuaji, Batam.

"Keenamnya (lima tersangka ditangkap 5 Agustus dan seorang terduga ditangkap 3 September) merupakan satu jaringan di bawah pimpinan Gigih (Rahmat Dewa). Meskipun terjadi dua kali penangkapan terduga teroris, saat ini Batam tetap aman dan kondusif," kata Sam.

Dalam jaringan KGR pimpinan Gigih Rahmat Dewa, LH diduga terlibat membantu menyembunyikan buronan teroris asal Uighur, Tiongkok, yang bernama Dony, membantu memfasilitasi keberangkatan WNI ke Suriah, memfasilitasi masuknya dua WNA Uighur ke Batam, turut menerima dana dari East Turkistan Islamic Movement (ETIM) untuk membiayai kebutuhan hidup WNA Uighur.

Selain itu, terduga teroris LH juga diduga ikut merencanakan penyerangan terhadap Marina Bay, Singapura.

"Mereka juga sudah memetakan jarak antara pulau terluar di Batam berdekatan dengan Singapura untuk melakukan aksi. Mereka juga sering latihan menembak di Nongsa," kata Sam. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026