Logo Header Antaranews Kepri

Debarkasi Batam Pulangkan Jamaah Kloter 19

Kamis, 6 Oktober 2016 22:23 WIB
Image Print

Batam (Antara) - Debarkasi Hang Nadim Batam memulangkan 448 orang jemaah haji asal Provinsi Jambi yang tergabung dalam Kloter 19, Kamis.

Sekretaris Panitia Pelaksana Ibadah Haji Debarkasi Hang Nadim Batam Syahbudi di Batam menyatakan, jemaah Kloter 19 tiba di Bandara Hang Nadim Batam dan langsung dipulangkan ke Jambi hari itu juga.

"Jambi merupakan Embarkasi Antara, jadi jamaah tidak masuk asrama dan langsung dipulangkan ke Jambi," kata Syahbudi.

Dari Batam, jemaah diterbangkan dalam tiga penerbangan ke Jambi, yaitu pukul 15.05 WIB, pukul 15.46 WIB dan pukul 16.10 WIB menggunakan pesawat Sriwijaya Air.

Ia mencatat, dua orang jemaah Kloter 19 meninggal saat menjalankan ibadah di Tanah Suci, yaitu Muhammad Nasir Sakbar (78) asal Kabupaten Tebo dan Hamidah Abu Bakar (65) asal Kabupaten.

Dua jemaah dari Kloter lain, pulang bersama Kloter 19, yaitu Abdul Rahman Ismail Abdul dari Kloter 20 dan Salbiah Betak Ramli asal Kubu Raya dari Kloter 13.

"Salbiah sempat dirawat Sakit RSAS, Alhamdulillah sudah sehat dan bisa dipulangkan ke tanah air ikut kloter 19," kata Syahbudi.

Sementara itu, tiga jamaah haji sampai hari ini masih dirawat di RS AS, dan belum bisa dipulangkan ke Tanah Air, yaitu Zulkaibar Miswin Pasada asal Bengkalis Riau dari Kloter 4, Amiruddin Syamsyddin Aman asal Rokan Hilir Riau dari Kloter 10 dan Turiah Kormen Karim asal Kota Jambi dari Kloter 16.

Di Batam, dua orang jamaah masih dirawat di RS, yaitu Nurzaina binti Ali Yakub dan Mahfud Lamidin Modo. Keduanya berasal Kampar Riau yang tergabung dalam Kloter 9.

Ia juga mencatat hingga hari ini, sebanyak 16 orang jamaah meninggal selama musim haji 2016, seorang di embarkasi Batam, dan 15 lainnya di Tanah Suci.

Sebanyak 16 jamaah yang meninggal itu, seorang asal Kepri, sembilan orang asal Riau, empat orang asal Jambi dan dua orang asal Kalbar.

Sementara itu, hingga kini, Debarkasi Batam sudah memulangkan 8.471 jamaah haji dalam 19 Kloter. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026