
Pemda Natuna Siap Jalankan Program Gerbang Dutas

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Natuna Wan Siswandi, S.Sos,M.Si mengatakan kesiapan Natuna terkait lima pilar prioritas pembangunan yangdi canangkan oleh pemerintah pusat tidak perlu di ragukan lagi. Segalakebutuhan yang di perlukan oleh pemerintah pusat, mulai dari kesiapan tempatdan lahan sudah di siapkan. Saat ini pemerintah daerah tinggal menunggukeseriusan pemerintah pusat dalam melakukan dan menyelesaikan pembangunan yangtelah di programkan serta diketahui oleh masyarakat Provinsi Kepri pada umumdan Natuna khusnya.
Kata Siswandi, program yang dikenal dengan sebuatanGerakatan Pembangunan Terpadu Kawasan Perbatasan (Gerbang Dutas) milikpemerintah pusat untuk Natuna itu meliputi pembangunan di sektor perikanankelautan, pariwisata, migas, pertahanan keamanan, dan lingkungan hidup. Jadibegini, memang pemerintah pusat ada mencanangkan pembangunan di Natuna. Berawaldari program Nawacita Presiden Republik Indonesia bapak Joko Widodo, yaknimembangun Indonesia dari pinggiran ujar Siswandi , Selasa (16/5)
Kemudian lanjut Siswandi, Natuna sendiri terpilih sebagaiprioritas pembangunan pengembangan program yang di maksud. Hal itu dikarenakanletak Natuna yang terbilang strategis dan berbatasan langsung dengan sejumlahnegara luar. Natuna di anggap pinggiran, karena berbatasan dengannegara-negara lain. Makanya pemerintah pusat menetapkan Natuna sebagaiprioritasnya. Jadi memang ada beberapa program yang di prioritaskan. Pertamapertahanan sedang berjalan, kemudian perikanan sudah berlangsungpembangunannya, terus pariwisata, migas dan lingkungan hidup ungkap Siswandi.
Sebagai tuan rumah, Siswandi memastikan program yang masuksudah berjalan seirama, dan tidak ada lagi kendala. Nah dari semua ini memangkita sinergikanlah dengan pemerintah daerah. Salah satu bentuk sinerginyaadalah kesiapan tanah. Jadi kita pemerintah daerah sudah menyediakan lahan.Untuk pengembangan pariwisata kita dari pemerintah daerah sudah membentuk tim.Karena pembangunan pariwisata ini tidak bisa sendiri. Semua dinas setiapinstansi terkait kita dudukan. Contoh seperti pengembangan wisata Pulau Senoa,Dinas PU bangun jalannya, Kominfo upayakan jaringan internet menjadi lancar,begitu juga dengan BLH bagaimana caranya agar di situ bisa bersih. Jadi, kitatidak usah bicara ego, mari kita bicara tentang kepentingan dan kemajuan daerah imbuh Siswandi.
Sebagai Sekda, Siswandi menginginkan adanya kerjasama darisemua pihak guna mensukseskan program tersebut. Karena ada banyak manfaat yangakan di peroleh dari pembangunan lima pilar di maksud. Jadi janganlah jalansendiri-sendiri, karena kita sudah sinergikan, yang perlu kita lihat sekarangsecara tidak langsung sudah banyak pembangunan dari pemerintah. Tidak perlukita uraikan, lihat pelabuhan sudah banyak selesai, oprasi bandara, termasuksekarang ini perikanan terpadu. Semua itu program dari pemerintah. Apapun yangdi bangun oleh pemerintah pusat di daerah bukan untuk masyarakat pusat. Tetapiuntuk masyarakat daerah ini. Misal pelabuhanPulau Laut, bukan untuk orang Tanjung Priok, tapi untuk orang Pulau Laut.Begitu juga dengan pelabuhan Subi, dan pelabuhan Midai yang hampir selesai.Kemudian ada pelabuhan roro jelas untuk masyarakat Ranai, secara umum semua ituadalah untuk masyarakat Natuna papar Siswandi.
Lebih jauh lagi, Siswandi menjelaskan ada banyak keuntunganyang bakal di peroleh jika pengembangan sektor perikan terealisasikan denganbaik. Sebab, sektor tersebut merupakan sumber pendapatan utama masyarakatNatuna. Kalau bicara perikanan, memang dinas terkait yang lebih memahami.Intinya yang di pekerjakan nantinya termasuk juga nelayan-nelayan disini. Dalamartian, bisa dia sebagai penjual, bisa juga sebagai pekerja di situ. Jadibegini, kita bicara masalah nelayan, identik dengan melaut. Jadi kedepan, yangsaya tahu dalam programnya nelayan akan di beri bantuan berupa pompong.Kalaupun tidak di beri pompong, selama ini nelayan kita terbilang susah maumenjual ikan. Nanti ada tempat penampungannya, jadi nelayan kita bisa langsungjual di situ jelas Siswandi.
Siswandi melihat, adanya pembangunan perikanan terpadusecara otomatis akan memberi kemudahan bagi nelayan lokal. Meskipun ada banyakpersepsi yang lahir di tengah pemikiran masyarakat Natuna. Memang karenabarangnya belum sampai, dan pembangunannya belum selesai jadi ketakutan. Wajarsaja kalau ada yang berfikir oh nanti begini, begitu. Sebab, pemerintah pusatmembangun itu, tidak akan mengesampingkan orang-orang yang ada di daerah. Kalaudi fokuskan pada orang di daerah saja, juga tidak cukup. Karena kesiapan danjumlah nelayan Natuna masih terbatas pungkas Siswandi.
Disamping nelayan lokal, Siswandi memastikan pemerintahpusat dalam hal ini juga akan mendatangkan nelayan dari luar. Sebab kesiapan nelayan lokal yang ada masih sangatterbatas. Disini kita punya keterbatasan, contoh nelayan dari jawa atau orangmadura kalau di lihat mereka sanggup turun ke laut berbulan-bulan. Kalaunelayan kita baru lima hari atau satu minggu saja sudah sibuk kepengen pulang, kenyataanyabegitu. Jadi ada beberapa aspek, dan jenis kapal yang mungkin akan di kelolalangsung oleh saudara kita dari luar Natuna. Kalau saya tidak salah, jeniskapalnya ada yang berukuran 5 ton, 10 ton, dan 30 ton. Jadi berbeda-beda,kemungkinan yang 30 ton ini nantinya akan beroperasi selama berbulan-bulan dilaut katanya memastikan.
Terkait aturan main, setelah semuanya terealisasi Siswandimenyebutkan pihaknya akan menyiapkan sejumlah peraturan yang berpihak dan tidakmerugikan daerah. Aturan tersebut selanjutnya akan di tuangkan kedalamPeraturan Daerah (Perda) dan di kemas serapi mungkin. Nah itu kedepan akan dibuat Perda, seperti masalah retribusi. Jadi harus kita dudukkan dengan menterikelautan perikanan, apa saja yang bisa di pungut harus di kaji dulu. Untuktahap awal ini belum, ibarat orang pindah rumah belum semuanya siap. Intinyakedepan nanti memang harus kita atur kedalam peraturan terang Siswandi.
Sejauh ini kata Siswandi, sebagian dari pembangunan fisiknyasudah selesai. Hanya saja ada beberapa penambahan bangunan baru yang di anggapperlu. Saat ini fasilitis yang ada sudah di pergunakan untuk bekerja. Sejumlahnelayan lokal juga sudah beroperasi menggunakan pelabuhan tersebut. Realisasi pembangunan fisiknya sudahselesai. Tapi nanti ada penambahan lagi sekitar tiga hektar, untuk pelabuhansamudera, dan beberapa kegiatan penting lainya. Nah untuk detailnya tanya diDinas Kelauatan Perikanan, kalau saya secara umum saja. Jadi disitu untuk tahapawal semuanya sudah mulai operasi. Karena pembangunan ini melalui beberapatahapan pungkas Siswandi.
Terkait instansi apa saja yang akan terlibat padapelaksanaan tersebut menurut Siswandi, bukan menjadi kewenangan daerah. Sebabprogram pengembangan sektor perikanan terpadu yang di maksud adalah kewenanganpemerintah pusat. Memang di situ ada pangkalan TNI, tapi tidak masaalah.Karena fungsinya beda ruangnya juga beda. Terus pangkalan itu tidak setiap saatada kapal tempur. Satu paket pembangunan itu memiliki banyak fungsi. Disitujuga ada perhubungan, jadi memang agaksibuk nantinya, tapi pada pelaksanaannya mereka jalankan tugas masing-masing.Mengapa demikian, karena yang bangun itu pemerintah pusat melibatkan kementrianperikanan, kementerian pertahanan, dan kementerian perhubungan. Jadi semuanyadari kementerian, mereka tentu sudah punya pandangan, dan kajian. Kalau kitapemerintah daerah hanya sebatas menyiapkan lahan dan tempatnya saja. Jadi tidakada masaalah, hanya ketakutan saja. Ketakutan itu berawal dari ketidak tahuan paparnya tersenyum.
Siswandi menegaskan, pembangunan daerah akan terealisasidengan cepat jika ada bantuan baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintahpusat. Sabab kucuran anggaran yang besar hanya ada di pemerintah provinsi danpemerintah pusat. Jika hanya mengandalkan anggaran daerah, maka realisasipembangunan akan menjadi lambat. Karena itu, di tegaskannya setiap elemenmasyarakat hendeknya berterima kasih dan mendukung penuh program pemerintahpusat tersebut. Perlu di ketahui, kalau bicara pembangunan pelabuhan, daerahini kekuatan anggarannya cuma 5 miliar ke bawah. Kalau 5 milyar ke atas itu provinsi punya. Terus 10milyar sampai ratusan milyar itu dari pemerintah pusat. Begitu juga denganpembangunan pariwisata. Jadi kita daerah canangkan pembangunan sinergi yanganggarannya 5 milyar kebawah tegas Siswandi.
Sebelum mengakhiri, Siswandi berharap agar pemerintah pusatsegera menyelesaikan paket pembangunan yang telah di paparkan kepada masyarakatNatuna. Masyarakat dalam hal ini diminta agar tidak berpikiran negatip. Sejalandengan itu, Siswandi menyarankan kedepan masyarakat tidak lagi menjual tanahyang terkena pembangunan. Akan lebih baik jika tanah tersebut di sahamkan. Yang ingin saya sampaikan adalah apa yang sudah di canangkan, dan apa yang sudahdi programkan hendaknya itu di laksanakan. Takutnya nanti hanya sekedar di ataskertas atau pembicaraan. Saya juga menyarankan lebih bagus masyarakat adasaham. Misalnya ada tanah 10 hektar lebih baik di sahamkan, berapa persentaseuntuk dia. Supaya dia dapat duit mengalir setiap bulan. Kalau masyarakat modeljual, cuma dapat sekali. Tapi kita tidak bisa larang, karena itu hak mereka,dan saya hanya menyarankan saja pintanya berharap. ( Antara )
Editor : Rusdianto
Pewarta : Cherman
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
