Penerimaan Bea Cukai Kepri lebihi target

id penerimaan bea cukai kepri,bea masuk kepri,kanwil bc kepri

. Kakanwil Ditjen BC Khusus Kepri Rusman Hadi (Antaranews Kepri/Nursali) (Antaranews Kepri/Nursali/)

Alhamdulillah sepanjang 2017, capaian kita melebihi target yang diberikan, dan ini bukan kerja Kanwil DJBC saja, melainkan seluruh petugas DJBC Khusus Kepri

Karimun (Antaranews Kepri) - Penerimaan bea masuk dan cukai Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepulauan Riau sebesar Rp289,873 miliar pada sepanjang 2017, melebihi target yang ditetapkan Direktorat Jenderal Keuangan sebesar Rp274.034.695.000. 

Kepala Kantor Wilayah Ditjen BC Khusus Kepri, Rusman Hadi di Kanwil BC Kepri, Karimun, Rabu, mengatakan, capaian tersebut mencapai 105,78 persen dari target Dirjen Keuangan. 

"Alhamdulillah sepanjang 2017, capaian kita melebihi target yang diberikan, dan ini bukan kerja Kanwil DJBC saja, melainkan seluruh petugas DJBC Khusus Kepri," kata dia dalam acara minum kopi pagi bersama sejumlah pewarta tersebut. 

Capaian yang diperoleh sepanjang 2017, meliputi Nilai Devisa Impor sebesar 1.029.628.715 dolar AS, Nilai Devisa Ekspor 594.067.756 dolar AS, PPN Rp1.395.453.500.392, PPnBM Rp354.720.000, PPh Rp201.864.110.685, Bea Masuk (BM) Rp289.507.717.790 dan Bea Keluar nihil.  

Sedangkan cukai mencapai Rp365.310.000, atau 100,36 persen dari target sebesar Rp364.000.000. 

"Total Bea Masuk ditambah cukai sebesar Rp289.873.027.790 tercapai 105,78 persen dari target sebesar Rp274.034.695.000," katanya. 

Capaian ini, kata Rusman Hadi, didukung perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di wilayah Kabupaten Karimun, di antaranya PT Pertamina, PT Timah Tbk dan PT Oiltanking. Produksi masing-masing perusahaan untuk ekspor dan belanja operasional menjadi pendapatan sektor pajak dan lainnya. 

"Oleh sebab itu, kita mengharapkan, perusahaan-perusahaan ini semakin meningkatkan lagi produksinya," katanya. 

Sedangkan untuk target 2018 belum ditetapkan. DJBC Khusus Kepri masih harus menyusun potensi yang akan menjadi acuan bagi Kemkeu untuk memberikan target selama tahun berjalan. 

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan kita laporkan potensi-potensi tersebut ke pusat," katanya. 

Kendati demikian, dirinya mengakui jika capaian tersebut tidak seperti Kanwil di daerah dengan pabrik rokok seperti di Jawa. Di sana, capaian dari pemesanan pita cukai dapat terpenuhi. 

"Kalau di tempat kita ini tidak ada. Nah yang di Batam itu, tetap kita tegah jika beredar di luar dari ketentuan," katanya. 

Editor: Rusdianto

Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar