Pengusaha minta sistem OSS disosialisasikan

id OSS,online single submission,investasi,batam

Logo BP Batam (Foto: Istimewa)

Batam (Antaranews Kepri) - Para pengusaha di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau meminta Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan sosialisasi terkait layanan "online single submission" (OSS) yang sudah diluncurkan Menko Perekonomian, Darmin Nasution.

"Seharusnya ada sosialisasi dan simulasi, karena aturan OSS yang baru diterapkan ini, berbeda sekali dengan sebelumnya," kata Manager Admin and General Affair PT Batamindo Investment Cakrawala, Tjaw Hioeng, di Batam, Senin.

Tjaw mengatakan sistem OSS yang diluncurkan oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution berbeda dari segi pelaksanaan. Sebelum diluncurkan kata Tjaw, saat para pengusaha membawa investor langsung menuju Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk melakukan registrasi investasi. 

"Sekarang izin pendaftaran itu tidak ada lagi, jadi awalnya investor tetap harus datang ke notaris," ujar Tjaw. Setelah mendapatkan akte pendirian perusahaan kata Tjaw, investor baru bisa masuk ke dalam ke sistem OSS. 

Dari sana lanjut Tjaw, baru dikeluarkan nomor izin berusaha (NIB) yang meliputi tanda daftar perusahaan (TDP), Angka Pengenal Impor (API) dan akses kepabeanan. Menurut Tjaw perubahan-perubahan tersebut sangat signifikan karena tidak sama dengan sebelumnya.

"Jadi kita minta disimulasi atau disosialisasikan dan kita mengakui tujuan utama dari OSS adalah mempercepat, tapi kalau tidak disosialisasikan bisa membuat investor bingung," papar Tjaw.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam, Ady Soegiharto mengatakan sistem OSS bertujuan untuk menyederhanakan berusaha dan kunci awalnya, lanjut Ady, ada di notaris. 

"Jadi yang sebelumnya di penanaman modal terus ke akte, kalau sekarang ke akte baru ke penanaman modal," kata Ady. Setelah itu kata Ady, pengusaha baru bisa masuk ke OSS dan setelah itu akan mendapatkan NIB hanya dalam waktu 30 detik. 

"Dengan catatan persyaratan yang diajukan pemohon benar akan mendapatkan tiga perizinan yaitu TDP, API dan akses kepabeanan," ujar Ady.

Kemudian kata Ady, setelah mendapatkan NIB dilanjutkan dengan tahapan usaha agar bisa melakukan pengiriman barang dan diajukan ke Direktorat Lalulintas dan Barang untuk mendatangkan bahan baku dan mesin. 

"Setelah itu bisa langsung mengurus ke OSS juga terkait dengan izin lingkungan, IMB dan akan mendapatkan izin usaha," ujarnya.(Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar