
Agustus Dam Sei Gong mulai digenangi air

Setelah penggenangan, selanjutnya akan dilakukan 'flushing' dengan air hujan kira-kira dua sampai tiga tahun
Batam (Antaranews Kepri) - Pada akhir Agustus Dam Sei Gong yang berada di Rempang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau mulai digenangi air dan saat ini pengerjaan bendungan tersebut sudah 89 persen.
"Setelah penggenangan, selanjutnya akan dilakukan 'flushing' dengan air hujan kira-kira dua sampai tiga tahun," kata Deputi IV Bidang Sarana dan Prasarana Lainnya Badan Pengusahaan (BP) Batam, Mayjen TNI Eko Budi Soepriyanto, di Batam, Rabu.
Eko mengatakan flushing dilakukan karena air yang pertama kali menggenangi dam tersebut adalah air laut. Sehingga perlu dilakukan pencampuran agar air menjadi tawar.
Air di dam tersebut kata Eko, baru dapat disalurkan kepada masyarakat pada 2021 mendatang. "Kemarin saya ketemu orang BWS dan pengerjaan dam Sei Gong sudah 89 persen," ujar Eko.
Kata Eko, dam Sei Gong dapat menyalurkan air sekitar 600 liter per detik dan akan disuplai ke seluruh Kota Batam.
"Nanti airnya ditarik ke reservoar kemudian disalurkan ke seluruh wilayah di Kota Batam," papar Eko.
Saat ini lanjut Eko, kebutuhan air bersih di Kota Batam mencapai empat ribu liter per detik. Air bersih tersebut kata Eko paling banyak disuplai dari dam duriangkang.
"Kontribusi dam Duriangkang itu sekitar 70 persen dan dam-dam lainnya 30 persen," ujar Eko.
Eko melanjutkan saat ini Kota Batam memiliki tujuh waduk dan jumlah tersebut akan terus bertambah sering dengan tingginya populasi manusia di kota industri tersebut.
"Potensi waduk lainnya nanti bisa dibangun lagi di Rempang dan Galang Baru," ujar Eko.
Sementara itu lanjut Eko, pemberian uang kerohiman kepada masyarakat yang terkena dampak pembangunan dam Sei Gong, berjalan dengan baik.
Hanya saja saat ini dari 40 warga yang terdata dan berhak menerima uang kerohiman masih ada 23 orang lagi yang belum mengambil dana tersebut.
"Sekarang prosesnya sudah di pengadilan negeri dan pengadilan negeri akan melakuka pemanggilan kepada warga yang belum menerima," kata Eko.
Menurut Eko, apabila dalam tiga kali pemanggilan tidak juga datang pengerjaan pembangunan dam Sei Gong akan tetap berjalan.
"Nanti yang memutuskan pengadilan, setelah ada keputusan dan pembangunan sudah selesai akan langsung kita genangi," papar Eko.(Antara)
Pewarta : Messa Haris
Editor:
Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
