Rutan Dabosingkep akan naik kelas

id rutan dabosingkep,naik kelas,lapas

Kepala Rutan Dabosingkep Mualim saat bersama Wakil Bupati Lingga dan Kajari Lingga (Antara News Kepri/Nurjali)

Nanti kalau sudah Lapas juga akan ada penambahan personel, dan penambahan pejabat struktural
Lingga (Antaranews Kepri) - Cabang Rumah Tahanan Negara (Rutan) Dabosingkep Kantor Wilayah Kepulauan Riau akan segera naik kelas menjadi Lembaga Pemasyarakatan, kata Pelaksana Tugas Kepala Rutan Dabosingkep Mualim.

"Iya kita termasuk salah satunya, dari sekitar empat puluhan rutan yang naik kelas dari Rutan ke Lapas pada tahun ini," kata Mualim kepada Antara, Senin.

Salah satu faktor yang menjadikan Rutan Dabosingkep layak untuk naik kelas, karena selain merupakan rutan yang cukup tua di Kepulauan Riau. Rutan Dabosingkep saat ini juga dihuni beberapa narapidana yang hukumannya di atas satu tahun, idealnya rutan itu dihuni napi yang mendapat hukuman satu tahun ke bawah, tapi di rutan ini banyak juga napi yang menjalani hukuman di atas satu tahun.

Untuk mewujudkan hal tersebut, dirinya mengharapkan dukungan dari semua pihak, baik legislatif maupun eksekutif di jajaran Pemerintah Kabupaten Lingga. Dukungan tersebut juga diharapkan dapat berupa bantuan, untuk perbaikan lapas atau penambahan lahan baru bagi Lapas nantinya. Untuk saat ini, Rutan Dabosingkep sudah mempersiapkan berbagai, persiapan untuk kenaikan kelas ini.

"Nanti kalau sudah Lapas juga akan ada penambahan personel, dan penambahan pejabat struktural," sebutnya.

Saat ini, Rutan Dabosingkep dihuni oleh enam orang tahanan dan 42 narapidana, sementara kapasitas Rutan Dabosingkep hanya layak dihuni 36 orang. Dengan lahan area perkantoran 1.848 m2, yang terdiri dari 3 unit rumah dinas dan blok hunian yang memiliki kapasitas penampungan sebanyak 34 orang dengan dilengkapi, lahan untuk pertamanan, ruang tidur, kamar mandi dan WC, ruang petugas dan sel pengasingan.

Dihubungi terpisah, Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar mengaku siap untuk mendukung Rutan Dabosingkep untuk naik kelas menjadi rumah tahanan. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah bagi keluarga narapidana asal Singkep untuk mengunjungi para kerabat mereka, yang tersandung kasus hukum salah satunya kasus-kasus pidana umum yang narapidananya berasal dari keluarga yang tidak mampu.

"Ada baiknya ada penambahan fasilitas, kita tentu tidak ingin ada banyak tindak kejahatan didaerah kita, tapi bagi yang sudah terlanjur khususnya mereka yang susah sangat terbantu tidak perlu ke Tanjungpinang," sebutnya. (Antara)  
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar