BWS: Rp600 miliar bangun pipa Jelutung-Batam

id BWS,pipa,Air,Bendungan

BWS: Rp600 miliar bangun pipa Jelutung-Batam

Pegawai BWS Sumatera IV melihat gambar pembangunan waduk Sei Gong, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Tahun ini BWS Sumatera IV mendapatkan anggaran Rp220 miliar untuk membangun beberapa embung kawal di pulau-pulau terluar. (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Batam (Antaranews Kepri) -  Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV memperkirakan butuh anggaran Rp600 miliar untuk pembangunan jaringan pipa dari air terjun Jelutung Kabupaten Lingga ke Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Kepala BWS Sumatera IV, Ismail Widadi, di Batam, Rabu, mengatakan jaringan pipa akan dibangun di bawah laut.

"Itu (Rp600 miliar) baru pipa saja, belum termasuk bendungan untuk menampung air dari air terjun Jelutung," katanya.

Menurutnya pembangunan bendungan diperkirakan memerlukan dana yang tidak sedikit.

"Kalau lahan yang digunakan untuk membangun bendungan milik masyarakat nanti pasti ada dana untuk pembebasan lahan," jelasnya.

Namun, Ismail belum dapat memprediksi berapa biaya yang diperlukan untuk membangun bendungan di sekitar air terjun Jelutung. 

Kata dia, BWS Sumatera IV telah melakukan pemantaun ke lokasi air terjun Jeluntung untuk memastikan lokasi pembangunan bendungan.

"Ada empat titik alternatif lokasi bendungan yang kita pantau di sekitar muara tidak jauh dari air terjun Jelutung," paparnya. 

Meski sudah melakukan survei untuk pembangunan bendungan di Jelutung, namun BWS belum menentukan titik penampungan air di Kota Batam. 

"Di Batam kita belum lihat bendungan akan dibangun di mana, tapi sekarang kita sudah menurunkan tim survei awal untuk melihat potensi air terjun jelutung," katanya. 

Sebelumnya diberitakan BWS Sumatera IV menyewa jasa konsultan untuk mengaliri air terjun jelutung yang berada di Kabupaten Lingga ke Kota Batam.

Pemkab Lingga berencana menyuplai air empat ribu liter per detik ke Kota Batam untuk memenuhi kebutuhan air bersih di kota industri tersebut.  

Pemkab Lingga dan BP Batam sudah melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) pada Maret 2017 lalu. 

Air terjun Jelutung diperkirakan dapat memroduksi 6000 liter per detik. 

Sementara kebutuhan air di Kabupaten Lingga, paling banyak hanya dua ribu liter per detik. 

Sehingga masih ada sisa sekitar empat ribu liter per detik yang akan disuplai ke Kota Batam

Saat ini BP Batam masih membahas nilai investasi pembangunan infrastruktur pipa bawah laut dari Kabupaten Lingga ke Kota Batam. 

Panjang pipa yang harus dibangun diperkirakan mencapai 100 kilometer.

Bupati Lingga Alias Wello mengatakan, pihaknya menyambut positif kerjasama dengan BP Batam. 

Kata dia, Lingga memiliki potensi sumber mata air yang melimpah dan tidak hanya di air terjun Jelutung saja tapi juga ada beberapa titik lainnya.

Pihaknya berharap dengan kerjasama tersebut dapat menambah pendapatan APBD Pemkab Lingga.

Pemkab Lingga juga akan memanfaatkan air yang ada untuk dijadikan pembangkit dan pengairan lahan pertanian.(Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar