BI gandeng pelaku usaha Malaysia dan Singapura

id syariah dan halal festival,business matching,pertemuan bisnis umkm,bank indonesia

Illustrasi Pengunjung mengamati hijab yang dipamerkan distan ketika berlangsungnya Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) (Antara /M Risyal Hidayat/ZK).

Batam (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) menggandeng pelaku ekonomi dari Johor, Malaysia dan Singapura dalam Kepulauan Riau Syariah and Halal Festival di Batam, Senin.

Kepala Bank Indonesia Kepri Fadjar Majardi mengatakan sebanyak 12 pelaku ekonomi kedua negara Jiran itu dipertemukan dengan 27 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan  Menengah (UMKM).

"Pertemuan antara 27 wirausaha binaan Bank Indonesia dengan 12 potential buyers dari Johor dan Singapura yang bersinergi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Singapura," lanjut Fadjar.

Pertemuan dengan balut bussiness matching itu diharapkan dapat membantu pelaku UKM memperoleh pembeli dalam pengembangkan bisnis mereka.

Selain pertemuan bisnis antara wirausahawan binaan Bank Indonesia dengan pelaku usaha Singapura dan Malaysia, Kepri Syariah and Halal Festival juga mengadakan needs matching, mempertemukan pemberi sedekah dengan masjid yang memerlukan donasi melalui peluncuran QR Amal, yaitu QR code untuk mempermudah sedekah secara digital.

"Melalui QR Amal ini masyarakat dapat menyampaikan donasi kepada masjid yang telah bekerja sama melalui ponsel pintar," kata Fadjar.

Pada ajang itu Bank Indonesia juga menggelar Sharia Economic Forum, dengan tiga rangkaian seminar dengan tema keuangan syariah di era ekonomi dan keuangan digital, mewujudkan kawasan industri dan niaga halal di Provinsi Kepri, serta berbisnis di era ekonomi syariah.

Setelah dari tingkat provinsi, festival serupa juga akan digelar di tingkat wilayah Sumatera yaitu di Palembang pada 3-5 Agustus 2019 dan puncaknya, Indonesia Syariah Economic Festival pada akhir tahun yang rencananya akan dilaksanakan di Jakarta.

Di Kepri, festival mengambil tema "Penguatan Ekonomi Syariah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kepulauan Riau".

 
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar