Debit waduk air Sungai Pulai menyusut

id Musik kemarau

Debit waduk air Sungai Pulai menyusut

Direktur PDAM Tirta Kepri, Mamat. ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Debit air Waduk Sungai Pulai yang merupakan satu dari dua sumber air baku di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) sejak sebulan terakhir menyusut sebanyak 2 hingga 3 centimeter per hari akibat musim kemarau.

"Sekarang debit airnya tinggal 160 cm, padahal dalam kondisi normal itu sekitar 3,40 meter. Dengan kondisi cuaca kemarau seperti ini, debit air di sana akan terus menyusut," kata Direktur PDAM Tirta Kepri, Mamat di Tanjungpinang, Rabu.

Imbas penyusutan tersebut, tambah dia distribusi air ke 12.000 pelanggan PDAM Tirta Kepri jadi tersendat.

Lebih lanjut, ia menyebutkan pihaknya terpaksa melakukan sistem pendistribusian air secara bergilir kepada pelanggan PDAM.

Adapun pelanggan yang terdampak akibat menyusutnya debit air Waduk Sungai Pulai yakni mulai dari kawasan Perla hingga Kota Lama, Tanjungpinang.

"Terpaksa di daerah itu kita gilir dua hari sekali, sampai kondisi waduk normal kembali," sebutnya.

"Kami turut mengimbau pelanggan menghemat pemakaian air sesuai dengan kebutuhan sehari-hari," harapnya.

Prakirawan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tanjungpinang, Khalid Fikri menyampaikan, kondisi kering yang dialami wilayah Pulau Bintan saat ini diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan Februari 2020.

"Kondisi ini karena angin Utara yang cukup kuat, sehingga membuat awan hujan yang terbentuk menjadi pecah," lanjutnya.

Baca juga: PDAM: Waduk Sungai Pulai mulai kering

Baca juga: PDAM: debit air Sungai Pulai belum normal
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar