Logo Header Antaranews Kepri

Ishak tanggapi dingin diberhentikan jadi Kadisbud

Jumat, 13 Maret 2020 16:55 WIB
Image Print
Ketua LAM Lingga Datok Muhammad Ishak (Nurjali)
Saya masih ASN aktif, dan tidak etis bicara soal politik praktis,

Lingga (ANTARA) - Kepala Dinas kebudayaan Kabupaten Lingga, yang juga ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, menanggapi dingin soal pemberhentian dirinya sebagai kepala dinas oleh Bupati Lingga sesuai SK Bupati Lingga yang diterimanya pada hari Rabu (11/03) kemarin.

"Iya benar saya sudah menerima SK pemberhentian dari jabatan struktural dua hari yang lalu, dan untuk apa alasannya bisa ditanyakan langsung kepada pihak yang kompeten," sebut Datok Muhammad Ishak, kepada Antara, Jumat.

Ketika ditanya apakah ada kaitan politis mendekati Pilkada 2020, dengan banyaknya spanduk yang beredar untuk mendukung dirinya menjadi Bupati Lingga, Ishak menolak menjawab karena dirinya mengaku masih sebagai ASN aktif, sehingga ada larangan undang-undang untuk berpolitik praktis.

"Saya masih ASN aktif, dan tidak etis bicara soal politik praktis," sebutnya.

Pemberhentian Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga tersebut, terkesan mendadak karena saat ini Kabupaten Lingga sendiri sedang mengalami kekurangan tenaga eselon II, ditambah lagi beberapa eselon dua yang ada saat ini sudah memasuki masa pensiun.

Selain Muhammad Ishak, Bupati Lingga juga menerbitkan SK pemberhentian untuk kepada Dinas PTSP secara mendadak, padahal Said Nusrsyahdu juga terbilang masih lama untuk masa pensiun.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Muhammad Juramadi Esram masih enggan menjawab pertanyaan wartawan soal pemberhentian dua pejabat teras di Kabupaten Lingga tersebut. Demikian juga dengan bupati dan wakil bupati Lingga, hingga saat ini belum memberikan tanggapan terkait kebijakan tersebut.

Saat ini spanduk Muhammad Ishak memang banyak tersebar di beberapa sudut di desa-desa di Kabupaten Lingga, hingga ke kota. Spanduk bentuk dukungan untuk maju calon Bupati Lingga tersebut, terdapat hampir ratusan titik di beberapa wilayah di Kabupaten Lingga.



Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026