Ekang Anculai ditetapkan sebagai Desa Mandiri di Bintan
Rabu, 13 Juli 2022 18:47 WIB
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bintan Ronny Kartika. ANTARA/Nikolas Panama
Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Pusat menetapkan Desa Ekang Anculai yang merupakan salah satu kawasan pariwisata di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau sebagai desa mandiri tahun 2022.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bintan, Ronny Kartika di Tanjungpinang, Rabu mengatakan Ekang Anculai memenuhi syarat Indeks Desa Membangun sehingga ditetapkan sebagai satu-satunya desa di Bintan yang mandiri.
"Bintan memiliki 36 desa yang tersebar di-10 kecamatan. Satu di antaranya Desa Ekang Anculai, yang berhasil menjadi desa mandiri," katanya.
Ronny menjelaskan desa mandiri merupakan desa maju yang memiliki kemampuan melaksanakan pembangunan desa untuk mensejahterakan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya dengan ketahanan sosial, ketahanan ekonomi dan ketahanan ekologi yang berkelanjutan. Indikator ini dipenuhi Desa Akang Anculai.
"Desa mandiri adalah desa yang memiliki Indeks Desa Membangun lebih besar dari 0,8155," ucapnya.
Menurut dia, Desa Ekang Anculai dikenal sebagai kawasan pariwisata, yang "menjual" keindahan alam di daratan desa itu. Selain itu, pengelolaan sektor pertanian di Desa Ekang Anculai sudah cukup baik sehingga memperkuat ketahanan pangan di Bintan.
Pendapatan asli desa juga cukup memadai dari berbagai sektor perekonomian. Manajemen pengelolaan anggaran desa juga berjalan optimal sehingga warga merasakan manfaatnya.
"Kesehatan, terutama kasus stunting juga minim di Desa Ekang Anculai," kata Penjabat Sekda Bintan itu.
Ronny mengemukakan Bintan tidak memiliki desa tertinggal atau desa sangat tertinggal sejak tahun 2017. Kapasitas desa terus ditingkatkan seiring dengan kebijakan pusat yang memberi atensi khusus terhadap kesejahteraan masyarakat desa.
"Anggaran pusat yang dikelola desa setiap tahun cukup memadai untuk meningkatkan kapasitas desa dan kesejahteraan warga desa," ujarnya.
Selain desa mandiri, di Bintan juga terdapat desa maju dan desa berkembang. Desa maju memiliki potensi sumber daya sosial, ekonomi dan ekologi, serta kemampuan mengelolanya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, kualitas hidup manusia, dan menanggulangi kemiskinan. Desa maju memiliki Indeks Desa Membangun kurang dari atau sama dengan 0,8155 dan lebih besar dari 0,7072.
Sementara desa berkembang memiliki sumber daya sosial, ekonomi dan ekologi, akan tetapi belum secara optimal mengelolanya. Desa berkembang memiliki Indeks Desa Membangun kurang dan sama dengan 0,7072 dan lebih besar dari 0,5989.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bintan, Ronny Kartika di Tanjungpinang, Rabu mengatakan Ekang Anculai memenuhi syarat Indeks Desa Membangun sehingga ditetapkan sebagai satu-satunya desa di Bintan yang mandiri.
"Bintan memiliki 36 desa yang tersebar di-10 kecamatan. Satu di antaranya Desa Ekang Anculai, yang berhasil menjadi desa mandiri," katanya.
Ronny menjelaskan desa mandiri merupakan desa maju yang memiliki kemampuan melaksanakan pembangunan desa untuk mensejahterakan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya dengan ketahanan sosial, ketahanan ekonomi dan ketahanan ekologi yang berkelanjutan. Indikator ini dipenuhi Desa Akang Anculai.
"Desa mandiri adalah desa yang memiliki Indeks Desa Membangun lebih besar dari 0,8155," ucapnya.
Menurut dia, Desa Ekang Anculai dikenal sebagai kawasan pariwisata, yang "menjual" keindahan alam di daratan desa itu. Selain itu, pengelolaan sektor pertanian di Desa Ekang Anculai sudah cukup baik sehingga memperkuat ketahanan pangan di Bintan.
Pendapatan asli desa juga cukup memadai dari berbagai sektor perekonomian. Manajemen pengelolaan anggaran desa juga berjalan optimal sehingga warga merasakan manfaatnya.
"Kesehatan, terutama kasus stunting juga minim di Desa Ekang Anculai," kata Penjabat Sekda Bintan itu.
Ronny mengemukakan Bintan tidak memiliki desa tertinggal atau desa sangat tertinggal sejak tahun 2017. Kapasitas desa terus ditingkatkan seiring dengan kebijakan pusat yang memberi atensi khusus terhadap kesejahteraan masyarakat desa.
"Anggaran pusat yang dikelola desa setiap tahun cukup memadai untuk meningkatkan kapasitas desa dan kesejahteraan warga desa," ujarnya.
Selain desa mandiri, di Bintan juga terdapat desa maju dan desa berkembang. Desa maju memiliki potensi sumber daya sosial, ekonomi dan ekologi, serta kemampuan mengelolanya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, kualitas hidup manusia, dan menanggulangi kemiskinan. Desa maju memiliki Indeks Desa Membangun kurang dari atau sama dengan 0,8155 dan lebih besar dari 0,7072.
Sementara desa berkembang memiliki sumber daya sosial, ekonomi dan ekologi, akan tetapi belum secara optimal mengelolanya. Desa berkembang memiliki Indeks Desa Membangun kurang dan sama dengan 0,7072 dan lebih besar dari 0,5989.
Pewarta : Nikolas Panama
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK tetapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq jadi tersangka usai OTT terkait outsourcing
04 March 2026 11:58 WIB
Penyelundupan 77 ton daging, Polda Kepri tetapkan pemilik kapal dan nahkoda jadi tersangka
27 February 2026 9:32 WIB
SPPG Polda Kepri pastikan menu MBG selama Ramadhan sesuai standar gizi yang di tetapkan
26 February 2026 11:04 WIB
Baznas Tanjungpinang tetapkan besaran zakat fitrah dan fidyah Ramadhan tahun ini
20 February 2026 15:35 WIB