Pemprov Kepri usulkan bangun PLBN pulau terdepan yang potensial
Senin, 12 Desember 2022 8:06 WIB
Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPBD) Kepri Doli Boniara.ANTARA/Dok Humas BPPD Kepri
Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengusulkan pembangunan pos lintas batas negara (PLBN) di pulau-pulau terdepan di wilayah itu yang memiliki potensi ekonomi.
Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPBD) Kepri Doli Boniara di Tanjungpinang, (11/12) mengatakan, PLBN potensial meningkatkan perekonomian masyarakat perbatasan.
"Tentu pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk, melainkan menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan," katanya.
Baca juga:
Asparnas Kepri Fest 2022 pulihkan sektor pariwisata
KORMI dan Pemprov Kepri gelar festival layang-layang di Tanjungpinang
Menurut dia, Pemerintah Pusat memiliki komitmen untuk membangun PLBN di pulau-pulau di Kepri, yang berbatasan dengan negara tetangga. Namun pembangunan PLBN tidak dapat dilaksanakan secara sekaligus, melainkan bertahap karena membutuhkan anggaran yang besar.
Komitmen Pemerintah Pusat tersebut terbukti dengan dibangun PLBN di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna.
Pembangunan PLBN di Serasan dilaksanakan sejak 2020, dan baru selesai November 2022.
"Kepri baru memiliki satu PLBN," ucapnya.
Kepri memiliki 22 pulau terdepan. Salah satu yang potensial untuk dibangun PLBN adalah Pulau Jemaja, Kabupaten Anambas.
Pulau-pulau terdepan di Kepri tersebar di Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun dan Kepulauan Anambas. Untuk Karimun, Batam dan Bintan, menurut dia pembangunan PLBN dapat dilakukan oleh Badan Pengusahaan Kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas dan PT Pelindo.
"Pelindo dan Badan Pengusahaan Kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas Batam, Bintan dan Karimun memiliki komitmen untuk membangun pulau terdepan yang memiliki potensi perekonomian," ujarnya.
Baca juga:
KPU Bintan cegah peserta bermasalah jadi anggota PPK
BP Batam komitmen selesaikan persoalan lahan tidur
Doli menjelaskan PLBN merupakan pos pemeriksaan perlintasan keluar masuk orang dan barang antara dua negara.
Pemeriksaan di pos lintas batas negara untuk mencegah masuknya orang yang tidak diinginkan, misalnya penjahat atau orang yang dapat menimbulkan ancaman.
Selain itu, petugas di pos juga mencegah masuknya barang-barang yang ilegal, atau pembatasan barang masuk, atau untuk mendapatkan bea masuk.
Baca juga:
OJK perluas akses permodalan pedagang pasar di Tanjungpinang
Kejari Tanjungpinang selamatkan keuangan negara senilai Rp7,5 miliar
Pemkot Tanjungpinang klaim harga kebutuhan pokok masih stabil
Kepri dipilih jadi tuan rumah forum IMG-GT 2023
Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPBD) Kepri Doli Boniara di Tanjungpinang, (11/12) mengatakan, PLBN potensial meningkatkan perekonomian masyarakat perbatasan.
"Tentu pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk, melainkan menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan," katanya.
Baca juga:
Asparnas Kepri Fest 2022 pulihkan sektor pariwisata
KORMI dan Pemprov Kepri gelar festival layang-layang di Tanjungpinang
Menurut dia, Pemerintah Pusat memiliki komitmen untuk membangun PLBN di pulau-pulau di Kepri, yang berbatasan dengan negara tetangga. Namun pembangunan PLBN tidak dapat dilaksanakan secara sekaligus, melainkan bertahap karena membutuhkan anggaran yang besar.
Komitmen Pemerintah Pusat tersebut terbukti dengan dibangun PLBN di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna.
Pembangunan PLBN di Serasan dilaksanakan sejak 2020, dan baru selesai November 2022.
"Kepri baru memiliki satu PLBN," ucapnya.
Kepri memiliki 22 pulau terdepan. Salah satu yang potensial untuk dibangun PLBN adalah Pulau Jemaja, Kabupaten Anambas.
Pulau-pulau terdepan di Kepri tersebar di Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun dan Kepulauan Anambas. Untuk Karimun, Batam dan Bintan, menurut dia pembangunan PLBN dapat dilakukan oleh Badan Pengusahaan Kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas dan PT Pelindo.
"Pelindo dan Badan Pengusahaan Kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas Batam, Bintan dan Karimun memiliki komitmen untuk membangun pulau terdepan yang memiliki potensi perekonomian," ujarnya.
Baca juga:
KPU Bintan cegah peserta bermasalah jadi anggota PPK
BP Batam komitmen selesaikan persoalan lahan tidur
Doli menjelaskan PLBN merupakan pos pemeriksaan perlintasan keluar masuk orang dan barang antara dua negara.
Pemeriksaan di pos lintas batas negara untuk mencegah masuknya orang yang tidak diinginkan, misalnya penjahat atau orang yang dapat menimbulkan ancaman.
Selain itu, petugas di pos juga mencegah masuknya barang-barang yang ilegal, atau pembatasan barang masuk, atau untuk mendapatkan bea masuk.
Baca juga:
OJK perluas akses permodalan pedagang pasar di Tanjungpinang
Kejari Tanjungpinang selamatkan keuangan negara senilai Rp7,5 miliar
Pemkot Tanjungpinang klaim harga kebutuhan pokok masih stabil
Kepri dipilih jadi tuan rumah forum IMG-GT 2023
Pewarta : Nikolas Panama
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolri usulkan Bintang Bhayangkara untuk Meri Hoegeng bentuk penghormatan
04 February 2026 14:22 WIB
Wamentrans usulkan kapal sitaan KKP dihibahkan ke nelayan transmigran Batam
02 December 2025 15:58 WIB
Menkum usulkan adakan pertemuan khusus antara Jepang dan ASEAN terkait royalti musik
15 November 2025 14:31 WIB
Pemprov Kepri usulkan 60 lokasi jadi Kampung Nelayan Merah Putih pada tahun 2026
25 October 2025 11:25 WIB
BPK Kepri usulkan tradisi teater Mak Yong jadi warisan budaya di tingkat dunia
22 October 2025 10:29 WIB
Pemprov Kepri usulkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di 109 lokasi
19 October 2025 6:19 WIB
Pemkab Natuna usulkan 20 wilayah ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih
16 October 2025 9:44 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
China terbuka untuk dialog kembali dengan Jepang asal Takaichi tarik ucapan soal Taiwan
11 February 2026 11:16 WIB