Gubernur Ansari: Nilai pinjaman tanpa bunga untuk UMKM ditingkatkan
Sabtu, 11 Februari 2023 16:51 WIB
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad. ANTARA/Nikolas Panama
Tanjungpinang, Kepri (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyebutkan nilai pinjaman modal tanpa bunga untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan ditingkatkan dari Rp20 juta menjadi Rp40 juta.
"Kami sudah bahas rencana itu dengan Bank Riau Kepri Syariah. Insya Allah tahun ini terealisasi," kata Gubernur Ansar di Tanjungpinang, Kepri, Sabtu.
Ansar mengungkapkan kontrak kerja sama program pinjaman bunga nol persen antara Pemprov Kepri dan Bank Riau Kepri Syariah berlangsung selama dua tahun. Setelah program itu dinilai memberi dampak positif terhadap pelaku UMKM, diperpanjang lagi selama dua tahun.
Pelaku UMKM dapat meningkatkan produktivitas dan pemasaran setelah mendapatkan pinjaman modal tanpa modal tersebut. Usaha UMKM yang maju juga memberi dampak positif terhadap sektor tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat.
"Ada banyak manfaat turunan dari program ini setelah pelaku UMKM mendapatkan stimulus berupa pinjaman tanpa bunga tersebut sehingga kami meningkatkan nilai pinjaman modal," tuturnya.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kepri Agusnawarman mengatakan pihaknya dan Bank Riau Kepri Syariah telah menandatangani perpanjangan kontrak kerja sama dalam melaksanakan program pinjaman nol bunga tersebut.
"Nilai pinjaman ditingkatkan pada tahun ini agar dapat dimanfaatkan pelaku UMKM secara maksimal," katanya.
Ia mengemukakan jangka waktu pengembalian uang dari pinjaman tersebut selama dua tahun. Sejauh ini, kata dia pengembalian uang pinjaman tersebut berjalan lancar. "Tidak ada keluhan dari pihak bank," ujarnya.
Menurut dia, program pinjaman nol bunga tersebut menjadi salah satu program andalan Pemprov Kepri. Bahkan, beberapa daerah di Provinsi Riau meniru program tersebut untuk meningkatkan produktivitas UMKM.
"Pemerintah Siak, Meranti, dan Pelalawan meniru program yang kami buat," katanya.
Agusnawarman mengungkapkan jumlah UMKM di Kepri mencapai 113 ribu usaha. Namun, baru 755 pelaku usaha yang memanfaatkan program pinjaman bunga nol persen tersebut.
"Sejak November 2021 sampai Desember 2022 ada 755 pelaku UMKM yang memanfaatkan program ini, dengan total nilai pinjaman sekitar Rp14,2 miliar. Bunga bank yang disubsidi Pemprov Kepri baru mencapai Rp1,3 miliar," ucapnya.
"Kami sudah bahas rencana itu dengan Bank Riau Kepri Syariah. Insya Allah tahun ini terealisasi," kata Gubernur Ansar di Tanjungpinang, Kepri, Sabtu.
Ansar mengungkapkan kontrak kerja sama program pinjaman bunga nol persen antara Pemprov Kepri dan Bank Riau Kepri Syariah berlangsung selama dua tahun. Setelah program itu dinilai memberi dampak positif terhadap pelaku UMKM, diperpanjang lagi selama dua tahun.
Pelaku UMKM dapat meningkatkan produktivitas dan pemasaran setelah mendapatkan pinjaman modal tanpa modal tersebut. Usaha UMKM yang maju juga memberi dampak positif terhadap sektor tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat.
"Ada banyak manfaat turunan dari program ini setelah pelaku UMKM mendapatkan stimulus berupa pinjaman tanpa bunga tersebut sehingga kami meningkatkan nilai pinjaman modal," tuturnya.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kepri Agusnawarman mengatakan pihaknya dan Bank Riau Kepri Syariah telah menandatangani perpanjangan kontrak kerja sama dalam melaksanakan program pinjaman nol bunga tersebut.
"Nilai pinjaman ditingkatkan pada tahun ini agar dapat dimanfaatkan pelaku UMKM secara maksimal," katanya.
Ia mengemukakan jangka waktu pengembalian uang dari pinjaman tersebut selama dua tahun. Sejauh ini, kata dia pengembalian uang pinjaman tersebut berjalan lancar. "Tidak ada keluhan dari pihak bank," ujarnya.
Menurut dia, program pinjaman nol bunga tersebut menjadi salah satu program andalan Pemprov Kepri. Bahkan, beberapa daerah di Provinsi Riau meniru program tersebut untuk meningkatkan produktivitas UMKM.
"Pemerintah Siak, Meranti, dan Pelalawan meniru program yang kami buat," katanya.
Agusnawarman mengungkapkan jumlah UMKM di Kepri mencapai 113 ribu usaha. Namun, baru 755 pelaku usaha yang memanfaatkan program pinjaman bunga nol persen tersebut.
"Sejak November 2021 sampai Desember 2022 ada 755 pelaku UMKM yang memanfaatkan program ini, dengan total nilai pinjaman sekitar Rp14,2 miliar. Bunga bank yang disubsidi Pemprov Kepri baru mencapai Rp1,3 miliar," ucapnya.
Pewarta : Nikolas Panama
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ombudsman ingatkan Pemprov Kepri berhati-hati soal pinjaman daerah Rp400 miliar
15 January 2026 5:40 WIB
DPRD Batam dorong percepatan realisasi kredit tanpa bunga bagi UMKM bersama perbankan
12 September 2025 13:45 WIB