Pemkot Tanjungpinang Canangkan Gerakan Tanam Cabai
Selasa, 18 Januari 2011 18:13 WIB
Tanjungpinang (ANTARA News) - Pemerintah Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau mencanangkan gerakan menanam cabai merah dan rawit di halaman rumah untuk meringankan beban warga dan meredam gejolak harga komoditas penambah selera makan tersebut.
Ide untuk melaksanakan gerakan menanam cabai merah dan rawit di halaman rumah penduduk muncul setelah harga kedua komoditas itu naik tinggi mulai akhir 2010, kata Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, Kehutanan dan Energi Tanjungpinang Irianto, Selasa.
"Gerakan menanam cabai di rumah penduduk adalah bagian dari pencanangan swasembada cabai di Tanjungpinang yang dilaksanakan tahun ini. Kami akan menyiapkan sekitar 10.000 bibit cabai merah dan rawit untuk ditanam di halaman rumah masyarakat," ujarnya.
Irianto mengimbau masyarakat menanam minimal 10 bibit cabai merah dan rawit di dalam pot kecil di halaman rumah.
"Sepuluh bibit cabai merah dan rawit akan dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari," ungkapnya.
Saat ini, harga cabai merah yang dijual pedagang di Pasar Baru Tanjungpinang sebesar Rp58.000/kg, sementara cabai rawit mencapai Rp62.000/kg. Harga kedua komoditas yang butuhkan masyarakat itu setiap hari naik, melebihi harga ayam kampung dan beberaja jenis ikan.
Cabai merah dan rawit yang dikonsumsi masyarakat Tanjungpinang berasal dari Pulau Jawa, sementara cabai merah dan rawit yang berasal dari Kabupaten Bintan, yang bertetangga dengan Tanjungpinang, harganya hampir sama dengan yang berasal dari Pulau Jawa.
Karena itu, kata dia, gerakan menanam cabai merah dan rawit di rumah dapat membantu meringankan beban masyarakat. Untuk tahap awal, warga hanya perlu menyediakan bibit cabai merah dan rawit, tanah hitam yang subur dan pupuk urea.
Setelah 2,5 bulan, tanah diberikan pupuk MPK agar cepat berbuah. Jika muncul hama yang membuat buah cabai menjadi keriting, masyarakat dapat menangkalnya dengan menyiramkan sedikit abu gosok yang sudah dihaluskan pada subuh hari.
Cabai merah dan rawit yang ditanam akan dapat mulai dinikmati masyarakat dalam waktu tiga bulan.
"Menanam cabai itu tidak sulit, sekitar 3 bulan sudah panen," katanya. (ANT-NP/E001/Btm1)
Ide untuk melaksanakan gerakan menanam cabai merah dan rawit di halaman rumah penduduk muncul setelah harga kedua komoditas itu naik tinggi mulai akhir 2010, kata Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, Kehutanan dan Energi Tanjungpinang Irianto, Selasa.
"Gerakan menanam cabai di rumah penduduk adalah bagian dari pencanangan swasembada cabai di Tanjungpinang yang dilaksanakan tahun ini. Kami akan menyiapkan sekitar 10.000 bibit cabai merah dan rawit untuk ditanam di halaman rumah masyarakat," ujarnya.
Irianto mengimbau masyarakat menanam minimal 10 bibit cabai merah dan rawit di dalam pot kecil di halaman rumah.
"Sepuluh bibit cabai merah dan rawit akan dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari," ungkapnya.
Saat ini, harga cabai merah yang dijual pedagang di Pasar Baru Tanjungpinang sebesar Rp58.000/kg, sementara cabai rawit mencapai Rp62.000/kg. Harga kedua komoditas yang butuhkan masyarakat itu setiap hari naik, melebihi harga ayam kampung dan beberaja jenis ikan.
Cabai merah dan rawit yang dikonsumsi masyarakat Tanjungpinang berasal dari Pulau Jawa, sementara cabai merah dan rawit yang berasal dari Kabupaten Bintan, yang bertetangga dengan Tanjungpinang, harganya hampir sama dengan yang berasal dari Pulau Jawa.
Karena itu, kata dia, gerakan menanam cabai merah dan rawit di rumah dapat membantu meringankan beban masyarakat. Untuk tahap awal, warga hanya perlu menyediakan bibit cabai merah dan rawit, tanah hitam yang subur dan pupuk urea.
Setelah 2,5 bulan, tanah diberikan pupuk MPK agar cepat berbuah. Jika muncul hama yang membuat buah cabai menjadi keriting, masyarakat dapat menangkalnya dengan menyiramkan sedikit abu gosok yang sudah dihaluskan pada subuh hari.
Cabai merah dan rawit yang ditanam akan dapat mulai dinikmati masyarakat dalam waktu tiga bulan.
"Menanam cabai itu tidak sulit, sekitar 3 bulan sudah panen," katanya. (ANT-NP/E001/Btm1)
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres Lingga edukasi para petani jagung adaptif terhadap perubahan iklim
08 September 2025 10:12 WIB
Pemkab Natuna Kepri peringati hari lingkungan hidup dengan menanam pohon
06 June 2024 17:55 WIB, 2024
Lanud RSA Natuna kampanyekan peduli lingkungan dengan menanam ratusan pohon
01 February 2024 9:15 WIB, 2024
Pemprov Kepri bagikan 30 ribu bibit cabai untuk ditanam di rumah warga
03 December 2022 16:18 WIB, 2022
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Di Tanjungpinang, Kepala BPS RI ajak pemda se-Kepri sukseskan sensus ekonomi 2026
31 January 2026 19:25 WIB