Komunitas GM-AMP menanam benih pemilu bersih

id GM-AMP dari pulau menanam benih pemilu bersih

Komunitas GM-AMP menanam benih pemilu bersih

Penyerahan juara lomba video anti politik uang pada kampanye Pileg dan Pilpres (10/03/19) (Nurjali)

Komunitas relawan ini sudah kami bentuk pada Pilpres dan Pileg yang lalu, dan kita bermitra dengan Bawaslu untuk menebarkan arti demokrasi yang bersih, di generasi millenial dan pemilih pemula
Lingga (ANTARA) - Gerakan Millenial Anti Money Politic (GM-AMP) yang bermitra dengan Badan pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lingga, berkomitmen menanamkan benih pemilihan umum (Pemilu) yang bersih pada Pilpres dan Pileg yang lalu hingga Pilkada 2020 yang sebentar lagi tahapannya akan dimulai.

"Komunitas relawan ini sudah kami bentuk pada Pilpres dan Pileg yang lalu, dan kita bermitra dengan Bawaslu untuk menebarkan arti demokrasi yang bersih, di generasi millenial dan pemilih pemula," kata Hasrullah, salah satu relawan pendiri GM-AMP, Kabupaten Lingga, kepada Antara, Selasa.

Pembentukan GM-AMP yang saat ini anggotanya sudah berjumlah kurang lebih lima puluhan orang itu, bukan tanpa alasan, komunitas ini didirikan sebagai bentuk kepedulian, kepada masyarakat khususnya generasi muda millenial dan pemilih pemula yang nantinya akan menjadi cikal bakal penerus dari bangsa ini.

Selain itu lahirnya GM-AMP sebagai salah satu cara untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, akan pentingnya menciptakan iklim demokrasi yang bersih, damai dan tanpa kecurangan salah satunya pelanggaran Pemilu. 

Mengingat Kabupaten Lingga, merupakan daerah kepulauan yang terdiri dari ratusan pulau-pulau kecil yang sulit dijangkau langsung, namun dengan keberadaan kemajuan teknologi informasi saat ini, salah satunya media sosial diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menyampaikan berbagai informasi tentang pentingnya Pemilu yang bersih.

"Waktu Pilpres kita bekerja sama dengan Bawaslu, membuat berbagai kegiatan yang sasarannya adalah pengguna media sosial apapun itu, melalui konten-konten kreatif yang kita kemas melalui video, audio maupun naskah-naskah yang bisa diterima oleh pengguna media sosial," sebutnya.

Dari wujud kerjasama tersebut, GM-AMP akhirnya berhasil diterima oleh masyarakat Kabupaten Lingga kala itu. Salah satu konten yang ditawarkan pada waktu itu, adalah lahirnya video-video dengan dialog khas melayu, yang berhasil mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya secara cerdas dengan menolak politik uang melalui lomba yang digelar dengan kerjasama Bawaslu Lingga.

Respon Bawaslu Lingga

Dihubungi terpisah salah satu komisioner Bawaslu Kabupaten Lingga, Ardi Aulia yang saat itu ikut terjun langsung membidani lahirnya GM-AMP di Kabupaten Lingga, mengaku sangat terbantu dengan lahirnya GM-AMP di Kabupaten Lingga, sebagai salah satu program pengawasan partisipatif.

"Kami menerima mereka, berkat komunikasi yang intens, komunitas ini kita jadikan binaan kita meskipun waktu itu tanpa pos anggaran, tapi semangat mereka berhasil membuat berbagai kegiatan dan terobosan, waktu di Pilpres dan Pileg," ujar Komisioner Bawaslu bidang pengawasan, Ardi Aulia.

Dengan adanya kemitraan tersebut, menghimpun berbagai komunitas salah satunya GM-AMP, terbukti dari hasil Pilpres dan Pileg di Kabupaten Lingga, angka pelanggaran Pemilu salah satunya money politic dan pelanggaran lainnya dapat ditekan dan Pemilu di Kabupaten Lingga dapat berjalan secara maksimal.

"Pelanggaran ada waktu itu. Tapi kebanyakan itu pelanggaran administrasi, untuk pidana pemilu sangat minim, pelakunya malah dari aparatur sipil negara (ASN), dan berhasil kita atasi," sebutnya.

Berbekal keberhasilan pada pemilu presiden dan pemilu legislatif bulan Juli tahun 2019 kemarin, Bawaslu Kabupaten Lingga menurut Ardi kembali akan merangkul berbagai pihak komunitas-komunitas serta organisasi-organisasi dan lembaga yang kompeten untuk bersama-sama Bawaslu kembali mensukseskan Pilkada 2020 mendatang.

Apalagi menurutnya pada bulan September akhir hingga Oktober nanti, Bawaslu RI juga mengadakan sekolah kader pengawas Pemilu yang berikan langsung kepada anak-anak muda masyarakat yang berusia mulai dari 19-30 tahun.

"Kemarin sudah kita seleksi, dan nantinya tim akan bekerja mencari satu orang dari 12 pendaftar yang ikut," sebutnya. (Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar