Nurdin Halid Akan Diperiksa Polisi
Rabu, 13 April 2011 14:23 WIB
(FOTO.ANTARA)
Jakarta (ANTARA)
News - Penyidik Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya akan
memeriksa Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Nurdin
Halid terkait perusakaan kendaraan milik Direktur Utama Badan Liga
Indonesia, Andi Darussalam Tabusalla.
"Kita layangkan surat pemanggilannya pekan ini," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar di Jakarta, Rabu.
Kombes Baharudin mengungkapkan kemungkinan Nurdin akan memenuhi panggilan pada pekan depan.
Perwira menengah kepolisian itu, menyebutkan penyidik akan mempertanyakan hubungan Nurdin dengan Edo "Kalong" yang diduga sebagai otak pelaku perusakan kendaraan milik Andi.
Selain itu, polisi juga akan mempertanyakan apakah Nurdin mengetahui adanya kelompok massa yang mengamankan kegiatannya.
"Masa orang yang akan dikawal tidak tahu ada kegiatan pengawalannya," ujar Baharudin.
Sebelumnya, polisi telah memeriksa adik Nurdin Halid, Nursyam Halid alias Ancang yang diduga pernah bertemu Edo sebelum peristiwa perusakan kendaraan Andi.
Peristiwa itu berawal saat sekelompok massa merusak kendaraan bernomor polisi B-258-ADS milik Andi Darussalam Tabusalla usai pertemuan para pejabat PSSI dengan KONI di Pintu I, Senayan, Jakarta, Jumat (4/3).
Polisi telah menahan dua orang yang diduga pelaku pengrusakan kendaraan Andi, yakni Abraham Tuhehai dan Domistinus Tuhehai alias Domi di wilayah Jelambar, serta Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (20/3).
Edo yang diduga sebagai pelaku utama perusakan mobil, menyerahkan diri kepada petugas Polda Metro Jaya, Kamis (7/4).
Polda Metro Jaya masih mencari empat pelaku lainnya yang masih buron, yakni Robby Talapessy alias Robby, Bobby, Berry dan Andre.
(T014/A011/Btm2)
"Kita layangkan surat pemanggilannya pekan ini," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar di Jakarta, Rabu.
Kombes Baharudin mengungkapkan kemungkinan Nurdin akan memenuhi panggilan pada pekan depan.
Perwira menengah kepolisian itu, menyebutkan penyidik akan mempertanyakan hubungan Nurdin dengan Edo "Kalong" yang diduga sebagai otak pelaku perusakan kendaraan milik Andi.
Selain itu, polisi juga akan mempertanyakan apakah Nurdin mengetahui adanya kelompok massa yang mengamankan kegiatannya.
"Masa orang yang akan dikawal tidak tahu ada kegiatan pengawalannya," ujar Baharudin.
Sebelumnya, polisi telah memeriksa adik Nurdin Halid, Nursyam Halid alias Ancang yang diduga pernah bertemu Edo sebelum peristiwa perusakan kendaraan Andi.
Peristiwa itu berawal saat sekelompok massa merusak kendaraan bernomor polisi B-258-ADS milik Andi Darussalam Tabusalla usai pertemuan para pejabat PSSI dengan KONI di Pintu I, Senayan, Jakarta, Jumat (4/3).
Polisi telah menahan dua orang yang diduga pelaku pengrusakan kendaraan Andi, yakni Abraham Tuhehai dan Domistinus Tuhehai alias Domi di wilayah Jelambar, serta Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (20/3).
Edo yang diduga sebagai pelaku utama perusakan mobil, menyerahkan diri kepada petugas Polda Metro Jaya, Kamis (7/4).
Polda Metro Jaya masih mencari empat pelaku lainnya yang masih buron, yakni Robby Talapessy alias Robby, Bobby, Berry dan Andre.
(T014/A011/Btm2)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nurdin Halid sebut belum ada pengurus menjadi plt. ketum Partai Golkar
11 August 2024 13:15 WIB, 2024
KPK usut peran mantan Gubernur Kepri terkait kasus korupsi Bupati Bintan
13 November 2021 13:48 WIB, 2021
PK mantan Gubernur Kepri ditolak, kuasa hukum minta Nurdin bersabar di penjara
18 September 2021 3:37 WIB, 2021
Kasus suap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah diduga terima Rp5,4 miliar
28 February 2021 6:43 WIB, 2021