Tanjungpinang
(ANTARA News) - Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Tanjungpinang, Provinsi
Kepulauan Riau, akhirnya menerima dan merawat E (34), yang dua pekan
lalu divonis menderita HIV Aids.
"Pasien (E) sudah dirawat di
ruangan," kata Direktur RSUD Tanjungpinang, Eka Hanasarianto, melalui
pesan singkat telepon seluler, Jumat malam.
E yang hari itu ditemui beberapa
wartawan sempat ditelantarkan beberapa jam oleh perawat di Instalasi
Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah (IGD RSUD) Tanjungpinang,
karena tidak memiliki biaya.
Ia masuk ke ruangan IGD RSUD
Tanjungpinang sekitar pukul 12.30 WIB, namun tidak mendapat tindakan
medis selama sekitar empat jam, karena belum membayar biaya
administrasi. Padahal Tio, rekan E, telah menyampaikan kepada dokter dan
perawat di IGD RSUD Tanjungpinang bahwa biaya administrasi ditanggung
oleh Indra, saudaranya yang bekerja di Pemerintahan Kabupaten Bintan.
Indra
juga telah menyampaikan langsung kepada dokter dan perawat tersebut
akan membayar biaya administrasi tersebut. Namun pihak IGD RSUD
Tanjungpinang belum mau mengambil tindakan medis sebelum ada yang
membayar biaya administrasi pengobatan.
"Saya baru dapat
datang ke rumah sakit sore hari, karena ada urusan pekerjaan. Biaya
administrasi tersebut sudah saya bayar kepada pihak rumah sakit,"
ujarnya.
Indra hanya sanggup membantu membayar biaya
administrasi, sementara untuk biaya perawatan E diserahkan sepenuhnya
kepada pihak rumah sakit.
"Ini hanya bantuan kemanusiaan.
Saya membantu E sesuai dengan kemampuan saya, karena dia tidak memiliki
keluarga di Tanjungpinang," ungkapnya.
Ia
berharap pihak rumah sakit menangani E secara serius, meskipun E tidak memiliki biaya.
"E harus mendapatkan pertolongan," katanya.
Sementara
Tio mengatakan, E sempat di rawat di ruang Teratai RSUD Tanjungpinang
selama sekitar dua pekan. Kemudian tadi malam ia disarankan oleh seorang
perawat untuk keluar dari rumah sakit karena tidak memiliki biaya.
Namun E tidak memiliki tujuan, karena sudah tidak memiliki tempat tinggal lagi setelah diusir oleh pemilik rumah.
"Teman
saya ini (E) meninggalkan rumah sakit tadi malam setelah infusnya
dicabut oleh perawat. Padahal dia tidak memiliki tempat tinggal lagi,"
katanya.
(ANT-NP/Btm1)
RSUD Tanjungpinang Rawat Penderita Aids
Sabtu, 27 Agustus 2011 8:37 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026