Brankas Disnaker Tanjungpinang Digondol Maling
Senin, 7 November 2011 15:07 WIB
Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Brankas seberat 100 kilogram di ruang Bendahara Kantor Dinas Tenaga Kerja Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, digondol maling.
Staf Disnaker Tanjungpinang baru mengetahui kantornya dibobol maling pada Senin pagi.
"Di dalam brankas tersebut terdapat uang sekitar Rp10 juta, surat kendaraan bermotor dan buku cek," kata Wakil Bendahara Dinas Tenaga Kerja Tanjungpinang, M Syamsuri.
Setelah mengetahui buku cek yang berada di dalam brankas dibawa kabur maling, Syamsuri langsung melaporkannya kepada pihak bank.
Selain itu, maling juga berhasil mencuri tiga laptop yang merupakan investaris kantor.
"Uang yang berada di dalam brankas nilainya tak seberapa, tetapi ceknya berbahaya jika dapat dimanfaatkan oleh maling tersebut," ungkap Syamsuri di hadapan wartawan dan petugas kepolisian.
Maling dengan leluasa masuk lewat pintu belakang Kantor Disnaker Tanjungpinang, karena kantor itu tidak ada penjaga. Maling berhasil merusak gembok dan engsel pintu teralis serta pintu papan.
Sementara jendela kaca yang berwarna putih di ruang bendahara ditutup dengan kain sajadah. Maling juga berhasil membongkar brankas yang ditanam di lantai di ruangan tersebut, dengan merusak lantai.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan beberapa alat yang digunakan maling untuk masuk ke ruangan bendahara, seperti linggis dan pengait besi.
Pihak kepolisian tidak memasang garis polisi agar tidak mengganggu aktivitas di Disnaker Tanjungpinang.
(NP/S023)
Staf Disnaker Tanjungpinang baru mengetahui kantornya dibobol maling pada Senin pagi.
"Di dalam brankas tersebut terdapat uang sekitar Rp10 juta, surat kendaraan bermotor dan buku cek," kata Wakil Bendahara Dinas Tenaga Kerja Tanjungpinang, M Syamsuri.
Setelah mengetahui buku cek yang berada di dalam brankas dibawa kabur maling, Syamsuri langsung melaporkannya kepada pihak bank.
Selain itu, maling juga berhasil mencuri tiga laptop yang merupakan investaris kantor.
"Uang yang berada di dalam brankas nilainya tak seberapa, tetapi ceknya berbahaya jika dapat dimanfaatkan oleh maling tersebut," ungkap Syamsuri di hadapan wartawan dan petugas kepolisian.
Maling dengan leluasa masuk lewat pintu belakang Kantor Disnaker Tanjungpinang, karena kantor itu tidak ada penjaga. Maling berhasil merusak gembok dan engsel pintu teralis serta pintu papan.
Sementara jendela kaca yang berwarna putih di ruang bendahara ditutup dengan kain sajadah. Maling juga berhasil membongkar brankas yang ditanam di lantai di ruangan tersebut, dengan merusak lantai.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan beberapa alat yang digunakan maling untuk masuk ke ruangan bendahara, seperti linggis dan pengait besi.
Pihak kepolisian tidak memasang garis polisi agar tidak mengganggu aktivitas di Disnaker Tanjungpinang.
(NP/S023)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Aturan terbaru Disnaker Batam: KTP luar daerah tidak bisa urus kartu kuning per 1 Maret
24 February 2026 10:22 WIB
Disnaker Batam catat penerimaan Rp44,8 miliar dari Retribusi tenaga kerja asing
29 January 2026 15:51 WIB
Disnaker Batam catat 14 ribu pencari kerja berhasil terserap pasar kerja 2025
12 January 2026 12:57 WIB
Disnaker Kepri pastikan seluruh korban kapal terbakar di Batam sudah terima santunan
28 December 2025 6:33 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Empat pekerja proyek di Jagakarsa tewas, Polda Metro Jaya selidiki unsur kelalaian
04 April 2026 6:47 WIB
KPK sebut CCTV di rumah Ono Surono dimatikan oleh keluarga saat penggeledahan
02 April 2026 15:48 WIB