Antrean panjang pengisian pertalite di Bintan dipicu alat rusak
Minggu, 8 September 2024 18:33 WIB
Antrean panjang kendaraan roda empat saat mengisi BBM pertalite di SPBU Kilometer 10, Tanjungpinang, Kepri, Minggu (8/9/2024). (ANTARA/Ogen)
Tanjungpinang (ANTARA) - Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Rudy Chua menyampaikan antrean pengisian BBM pertalite di sejumlah SPBU di Pulau Bintan (Tanjungpinang-Bintan) dipicu kerusakan alat solenoid valve atau katup listrik pada dispenser pertalite.
Hal itu disampaikan Rudy Chua berdasarkan peninjauan ke sejumlah SPBU di Tanjungpinang dan Bintan, Minggu (8/9), guna menindak lanjuti masalah antrean pengisian BBM pertalite sejak Kamis (5/9).
"Antrean ini disebabkan kerusakan alat di hampir semua alat dispenser BBM pertalite, di mana dispenser ini merupakan unit yang terpisah sehingga bisa dipastikan bukan rekayasa," kata Rudy Chua di Tanjungpinang.
Baca juga: Gubernur Ansar resmikan jembatan penghubung pulau di Batam
Ia menyampaikan bahwa kerusakan massal ini hanya menimpa dispenser pertalite di Pulau Bintan yang menggunakan BBM pertalite yang di-droping dari Tanjung Uban.
Sementara dispenser BBM jenis lain seperti pertamax, dexlite, solar tidak mengalami gangguan sama sekali.
Ia juga memastikan dari hasil koordinasi dengan PT Pertamina bahwa saat ini tak ada pengurangan kuota BBM pertalite di Tanjungpinang atau Bintan.
Menurutnya memang ada rencana pemerintah pusat melakukan pembatasan BBM pertalite sebagai bagian pengurangan subsidi dengan cara pembatasan besar CC atau tahun kendaraan yang boleh menggunakan pertalite, tapi sampai sekarang belum diterapkan karena masih menunggu aturan pelaksanaannya yang kemungkinan akan dilakukan di awal Oktober 2024.
Baca juga: Pemkab Natuna lanjutkan pembayaran iuran BPJS Kesehatan warga di tahun 2025
"Kami telah berkomunikasi dengan Pertamina Batam dengan jaminan tak ada pengurangan BBM pertalite di Tanjungpinang yang mana hal ini juga sudah dicocokkan dengan keterangan petugas SPBU di berbagai tempat," ungkapnya.
Pertamina, lanjut dia, akan tetap melakukan tambahan kiriman BBM pertalite ke SPBU di hari Minggu walaupun bukan jadwal kerja, kemudian membantu mendatangkan spare part solenoid valve dari luar wilayah Kepri.
Legislator daerah pemilihan Kota Tanjungpinang itu turut mengimbau agar warga tidak ikutan panik buying. demikian pula bagi warga yang belum membutuhkan pengisian pertalite agar dapat menunda pengisian, sehingga tidak menimbulkan antrean panjang.
Baca juga: Pemko Tanjungpinang perpanjang pendaftaran CPNS hingga 10 September
Ia pun turut meminta Pertamina dapat meningkatkan dan memperketat pengawasan terhadap kualitas BBM yang beredar.
"Dengan demikian diharapkan permasalahan antrean BBM pertalite ini dapat teratasi dalam waktu secepatnya, sehingga tidak menimbulkan ketidaknyamanan dan kerugian waktu material bagi warga yg membutuhkan BBM pertalite," demikian Rudy Chua.
Baca juga:
Pemkab Natuna Kepri gelar pertandingan permainan tradisional gasing
Warga terdampak Rempang Eco-City bahagia segera tempati rumah baru di Tanjung Banon
Hal itu disampaikan Rudy Chua berdasarkan peninjauan ke sejumlah SPBU di Tanjungpinang dan Bintan, Minggu (8/9), guna menindak lanjuti masalah antrean pengisian BBM pertalite sejak Kamis (5/9).
"Antrean ini disebabkan kerusakan alat di hampir semua alat dispenser BBM pertalite, di mana dispenser ini merupakan unit yang terpisah sehingga bisa dipastikan bukan rekayasa," kata Rudy Chua di Tanjungpinang.
Baca juga: Gubernur Ansar resmikan jembatan penghubung pulau di Batam
Ia menyampaikan bahwa kerusakan massal ini hanya menimpa dispenser pertalite di Pulau Bintan yang menggunakan BBM pertalite yang di-droping dari Tanjung Uban.
Sementara dispenser BBM jenis lain seperti pertamax, dexlite, solar tidak mengalami gangguan sama sekali.
Ia juga memastikan dari hasil koordinasi dengan PT Pertamina bahwa saat ini tak ada pengurangan kuota BBM pertalite di Tanjungpinang atau Bintan.
Menurutnya memang ada rencana pemerintah pusat melakukan pembatasan BBM pertalite sebagai bagian pengurangan subsidi dengan cara pembatasan besar CC atau tahun kendaraan yang boleh menggunakan pertalite, tapi sampai sekarang belum diterapkan karena masih menunggu aturan pelaksanaannya yang kemungkinan akan dilakukan di awal Oktober 2024.
Baca juga: Pemkab Natuna lanjutkan pembayaran iuran BPJS Kesehatan warga di tahun 2025
"Kami telah berkomunikasi dengan Pertamina Batam dengan jaminan tak ada pengurangan BBM pertalite di Tanjungpinang yang mana hal ini juga sudah dicocokkan dengan keterangan petugas SPBU di berbagai tempat," ungkapnya.
Pertamina, lanjut dia, akan tetap melakukan tambahan kiriman BBM pertalite ke SPBU di hari Minggu walaupun bukan jadwal kerja, kemudian membantu mendatangkan spare part solenoid valve dari luar wilayah Kepri.
Legislator daerah pemilihan Kota Tanjungpinang itu turut mengimbau agar warga tidak ikutan panik buying. demikian pula bagi warga yang belum membutuhkan pengisian pertalite agar dapat menunda pengisian, sehingga tidak menimbulkan antrean panjang.
Baca juga: Pemko Tanjungpinang perpanjang pendaftaran CPNS hingga 10 September
Ia pun turut meminta Pertamina dapat meningkatkan dan memperketat pengawasan terhadap kualitas BBM yang beredar.
"Dengan demikian diharapkan permasalahan antrean BBM pertalite ini dapat teratasi dalam waktu secepatnya, sehingga tidak menimbulkan ketidaknyamanan dan kerugian waktu material bagi warga yg membutuhkan BBM pertalite," demikian Rudy Chua.
Baca juga:
Pemkab Natuna Kepri gelar pertandingan permainan tradisional gasing
Warga terdampak Rempang Eco-City bahagia segera tempati rumah baru di Tanjung Banon
Pewarta : Ogen
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Perjalanan panjang membawa bantuan ke Serasan, Pulau Panjang, dan Subi di Natuna
01 December 2025 15:16 WIB
Pemkab Natuna hadirkan bahan pokok murah untuk masyarakat di Pulau Panjang
30 November 2025 10:59 WIB
BBKSDA: Perubahan fungsi lahan di Batam penyebab kera masuk kawasan permukiman
13 September 2025 10:04 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelindo Tanjungpinang layani 221.466 penumpang selama Natal dan Tahun baru
24 January 2026 18:19 WIB