Lanal Batam Amankan TKI dan Imigran Gelap
Rabu, 7 Maret 2012 16:38 WIB
Batam (ANTARA Kepri) - Kapal cepat yang ditumpangi 14 imigran gelap, tujuh tenaga kerja Indonesia tidak resmi, beserta satu anak buah kapal dan tekong diamankan patroli Pangkalan Angkatan Laut Batam di perairan Nongsa, Rabu dinihari.
Komandan Pangkalan TNI AL Batam Kolonel Laut (P) Nurhidayat di Batam, Rabu, mengatakan, kapal tersebut berangkat dari Sungai Rengit, Malaysia, sekitar pukul 01.00 waktu setempat dengan tujuan Batam.
"Patroli yang mengetahui ada kapal tersebut langsung menangkapnya sesaat sebelum masuk wilayah Nongsa. Ternyata di dalamnya berisi imigran dan TKI tidak resmi," kata dia.
Sebanyak 14 imigran tersebut, kata dia, terdiri dari lima warga Bangladesh, dan sembilan warga Myanmar. Sementara sebanyak sembilan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang ditangkap beserta imigran tersebut semuanya berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.
"Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan, sebelum kami limpahkan kepada pihak yang lebih berwenang," kata dia.
Menurut dia, setelah pemeriksaan para imigran segera dilimpahkan ke Kantor Imigrasi Batam, sementara TKI akan diserahkan kepada Dinas Sosial Batam untuk proses lebih lanjut.
Sementara untuk anak buah kapal Y dan tekong T asal Lombok yang memiliki hubungan keluarga tersebut akan menjalani proses sebelum diserahkan ke kepolisian.
"Kami akan periksa dan kembangkan kasus ini karena ada kemungkinan ada pelaku lain yang belum tertangkap. Setelah selesai kami serahkan ke polisi," kata Nurhidayat.
Nurhidayat mengatakan, akan terus menggiatkan patroli untuk mengamankan perairan Batam dan sekitarnya dari imigran gelap dan penyelundupan TKI ilegal ke Batam.
Sebelumnya, Kepolisian Perairan Polda Kepri juga mengamankan 11 imigran gelap Sri Lanka pada awal Maret lalu yang juga masuk dari Nongsa.
(KR-LNO/N002)
Komandan Pangkalan TNI AL Batam Kolonel Laut (P) Nurhidayat di Batam, Rabu, mengatakan, kapal tersebut berangkat dari Sungai Rengit, Malaysia, sekitar pukul 01.00 waktu setempat dengan tujuan Batam.
"Patroli yang mengetahui ada kapal tersebut langsung menangkapnya sesaat sebelum masuk wilayah Nongsa. Ternyata di dalamnya berisi imigran dan TKI tidak resmi," kata dia.
Sebanyak 14 imigran tersebut, kata dia, terdiri dari lima warga Bangladesh, dan sembilan warga Myanmar. Sementara sebanyak sembilan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang ditangkap beserta imigran tersebut semuanya berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.
"Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan, sebelum kami limpahkan kepada pihak yang lebih berwenang," kata dia.
Menurut dia, setelah pemeriksaan para imigran segera dilimpahkan ke Kantor Imigrasi Batam, sementara TKI akan diserahkan kepada Dinas Sosial Batam untuk proses lebih lanjut.
Sementara untuk anak buah kapal Y dan tekong T asal Lombok yang memiliki hubungan keluarga tersebut akan menjalani proses sebelum diserahkan ke kepolisian.
"Kami akan periksa dan kembangkan kasus ini karena ada kemungkinan ada pelaku lain yang belum tertangkap. Setelah selesai kami serahkan ke polisi," kata Nurhidayat.
Nurhidayat mengatakan, akan terus menggiatkan patroli untuk mengamankan perairan Batam dan sekitarnya dari imigran gelap dan penyelundupan TKI ilegal ke Batam.
Sebelumnya, Kepolisian Perairan Polda Kepri juga mengamankan 11 imigran gelap Sri Lanka pada awal Maret lalu yang juga masuk dari Nongsa.
(KR-LNO/N002)
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KRI Beladau-643 amankan kapal kargo yang diduga curi minyak CPO di Selat Rupat
05 April 2026 11:30 WIB
Danlanal Ranai ajak semua kalangan jaga kedaulatan Indonesia di perbatasan
01 November 2025 6:13 WIB