Citra KPBPB Batam Tercoreng Penabrakan Jembatan
Minggu, 10 Juni 2012 19:15 WIB
Batam (ANTARA Kepri) - Citra Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam tercoreng kecelakaan tongkang APC Aussy 1 yang menabrak Jembatan Raja Kecil beberapa waktu lalu.
"Ini mencoreng citra Batam sebagai kawasan yang baik," kata Ketua Yayasan Pendidikan Maritim Indonesia Nada Faza Soraya di Batam, Minggu.
Batam, sebagai daerah kepulauan di sekitar Selat Malaka menjadi kawasan strategis bagi labuh jangkar kapal-kapal internasional. Seharusnya hal itu dimanfaatkan dengan baik, kata Nada.
Namun, kecelakaan penabrakan jembatan justru menjadi teguran dari buruknya sistem otoritas kepelabuhanan di Batam.
Menurut dia, labuh jangkar di Batam dilakukan sembarangan, tanpa dikoordinasikan dengan Sahbandar sebagai pemegang otoritas pelabuhan.
"Merupakan sebuah hal yang sangat ironis bahwa Batam sebagai wilayah perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, ternyata tidak ikut berbenah untuk mengimbangi status yang telah disandang," kata dia.
Nada meminta pemerintah membenahi sistem pelabuhan sesuai dengan peraturan internasional yang telah diratifikasi.
"Kami mengharapkan instansi terkait lebih bersikap arif dan segera merubah paradigma berpikir dan bertindak untuk taat asas dan aturan serta lebih proaktif dalam mengemban amanah masyarakat untuk menjaga kepentingan bersama," kata dia.
Sementara itu, Badan Pengusahaan Batam, Kepulauan Riau akan membentuk tim untuk mengidentifikasi kerusakan Jembatan Enam Barelang yang ditabrak tongkang APC Aussie I, Rabu (6/6).
Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam Dwi Djoko Wiwoho mengatakan, tujuan pembentukan tim tersebut terutama untuk mengetahui kerusakan dan perbaikan yang dilakukan terhadap jembatan rancangan BJ Habibie tersebut.
"Walaupun penelitian dilakukan bersama-sama, namun yang akan menanggung biaya untuk perbaikan jembatan ialah pihak pemilik kapal," kata Djoko.
Ia menambahkan proses perbaikan juga kemungkinan hanya dilakukan pada bagian tengah badan jembatan yang rusak.
"Tidak semuanya atau dibangun baru. Yang rusak saja yang mungkin diperbaiki," kata dia.
Ia mengatakan tim antara lain terdiri dari teknisi BP Batam dan PT Samudera Indonesia yang merupakan agen kapal penabrak jembatan. Tim akan mengidentifikasi dan mengkaji kerusakan yang terjadi sebelum dilakukan perbaikan. (Y011/N001)
Editor: Rusdianto
"Ini mencoreng citra Batam sebagai kawasan yang baik," kata Ketua Yayasan Pendidikan Maritim Indonesia Nada Faza Soraya di Batam, Minggu.
Batam, sebagai daerah kepulauan di sekitar Selat Malaka menjadi kawasan strategis bagi labuh jangkar kapal-kapal internasional. Seharusnya hal itu dimanfaatkan dengan baik, kata Nada.
Namun, kecelakaan penabrakan jembatan justru menjadi teguran dari buruknya sistem otoritas kepelabuhanan di Batam.
Menurut dia, labuh jangkar di Batam dilakukan sembarangan, tanpa dikoordinasikan dengan Sahbandar sebagai pemegang otoritas pelabuhan.
"Merupakan sebuah hal yang sangat ironis bahwa Batam sebagai wilayah perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, ternyata tidak ikut berbenah untuk mengimbangi status yang telah disandang," kata dia.
Nada meminta pemerintah membenahi sistem pelabuhan sesuai dengan peraturan internasional yang telah diratifikasi.
"Kami mengharapkan instansi terkait lebih bersikap arif dan segera merubah paradigma berpikir dan bertindak untuk taat asas dan aturan serta lebih proaktif dalam mengemban amanah masyarakat untuk menjaga kepentingan bersama," kata dia.
Sementara itu, Badan Pengusahaan Batam, Kepulauan Riau akan membentuk tim untuk mengidentifikasi kerusakan Jembatan Enam Barelang yang ditabrak tongkang APC Aussie I, Rabu (6/6).
Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam Dwi Djoko Wiwoho mengatakan, tujuan pembentukan tim tersebut terutama untuk mengetahui kerusakan dan perbaikan yang dilakukan terhadap jembatan rancangan BJ Habibie tersebut.
"Walaupun penelitian dilakukan bersama-sama, namun yang akan menanggung biaya untuk perbaikan jembatan ialah pihak pemilik kapal," kata Djoko.
Ia menambahkan proses perbaikan juga kemungkinan hanya dilakukan pada bagian tengah badan jembatan yang rusak.
"Tidak semuanya atau dibangun baru. Yang rusak saja yang mungkin diperbaiki," kata dia.
Ia mengatakan tim antara lain terdiri dari teknisi BP Batam dan PT Samudera Indonesia yang merupakan agen kapal penabrak jembatan. Tim akan mengidentifikasi dan mengkaji kerusakan yang terjadi sebelum dilakukan perbaikan. (Y011/N001)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wamen UMKM tinjau potensi pengembangan kawasan belanja pedestrian di Batam
09 January 2026 14:05 WIB
DLH Natuna tanam pohon jenis peneduh & buah di kawasan perumahan program PPKT
05 December 2025 12:47 WIB
Operasi gabungan BNNP Kepri di Batam berhasil jaring 36 penyalahgunaan narkoba
07 November 2025 17:01 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
HPE tembaga dan emas Februari meningkat akibat permintaan global meningkat
30 January 2026 16:47 WIB
Ketua OJK nyatakan Plt Dirut BEI akan dipilih dari jajaran direksi yang menjabat
30 January 2026 15:15 WIB