Tanjungpinang (Antara Kepri) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berkomitmen menekan laju pertumbuhan penduduk dengan perencanaan yang baik dan menekan angka kelahiran.
        
"Kami akan berupaya bekerja sama dengan lintas sektoral seperti Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan lintas instansi yang tujuannya juga untuk mengurangi angka kemiskinan," kata Asisten I Pemprov Kepri, Reni Yusneli usai menghadiri rapat koordinasi daerah BKKBN Kepri di Tanjungpinang, Rabu.
       
Reni mengakui laju pertumbuhan penduduk di Kepri sangat tinggi, terutama di Batam dengan banyaknya pendatang yang mencari pekerjaan di kota industri itu.
       
"Perlu kebijkan khusus untuk daerah Palabuhan dan Pedagangan Bebas/FTZ seperti di Batam, karena pertumbuhan penduduk sangat tinggi terutama oleh pendatang dan juga angka kelahiran," ujarnya.
       
Menurut dia, dampak pertumbuhan penduduk dengan banyaknya pendatang bukan hanya dirasakan saat ini, tetapi juga dirasakan pada lima tahun mendatang, ketika para pekerja tersebut berkeluarga.
       
"Pada 2010 penduduk Kepri sekitar 1,6 juta, namun saat ini sudah mencapai 2,2 juta lebih," ujarnya.

Tidak adanya perencanaan yang baik menurut dia akan berdampak pada tingginya angka pengangguran dan juga angka kemiskinan.
       
Sementara itu, Kepala BKKBN Kepri, Bambang Marsudi  mengatakan laju pertumbuhan penduduk di Kepri merupakan yang tertinggi kedua setelah Papua di Indonesia dengan pertumbuhan 4,9 persen per tahun.
       
"Penduduk Kepri terbanyak atau 56,57 persen tinggal di Batam," kata Bambang.
       
Menurut dia, Kepri telah berhasil menekan angka kelahiran hingga 2,6 persen setiap tahun, dan BKKBN juga sedag mengintensifkan KB perusahaan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk tersebut.
       
"Kami telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan di Batam untuk melaksanakan program KB perusahaan dan juga program perencanaan keluarga remaja atau pekerja yang belum berkeluarga," ujarnya.(*)

Editor: Dedi