Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya mengungkap kronologi seorang warga berinisial J yang ditembak oleh pelaku begal bersenjata api di Jalan Sawah Lio, Tambora, Jakarta Barat.
Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak dalam keterangannya, Jumat. menjelaskan, saksi korban berinisial J dan saksi lainnya berinisial L sedang berjalan kaki ingin mencari makan.
"Namun sebelum sampai di tujuan, saksi korban J bersama saksi L melihat adanya pelaku pencurian sepeda motor yang diamankan oleh warga di Jalam Sawah Lio V RT 12/06 Kelurahan Jembatan Lima, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat," katanya.
Pada saat berjalan kaki, saksi korban J bersama saksi L melihat dari kejauhan kurang lebih 10 meter dari tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya pelaku tersebut mengeluarkan tembakan kurang lebih sebanyak 3 kali ke arah atas.
"Namun salah satu dari peluru tersebut mengarah ke saksi korban dan mengenai luka tembak di bagian dada sebelah kiri saksi korban J," kata Reonald.
Saat mengetahui kejadian tersebut, warga membawa saksi korban J ke Puskesmas Krendang, namun oleh pihak Puskesmas Krendang dirujuk ke RSUD Tarakan, Jakarta Pusat.
"Setelah sesampai di RSUD Tarakan saksi korban J dilakukan pengobatan yang intensif," kata Reonald.
Dua pria pelaku begal yang bersenjata api babak belur diamuk massa di Jalan Sawah Lio, Tambora, Jakarta Barat, dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
"Informasinya seperti itu (begal). Cuma belum bisa kita ambil keterangan karena masih kritis para pelakunya. Informasi di TKP seperti itu,” kata Kapolsek Tambora Kompol Kukuh Islami saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, sebelum diamuk massa, para pelaku ternyata sempat melepaskan tembakan dan mengenai warga.
“Ada korbannya, ketika (pelaku) melepas tembakan ke atas, karena peluru pantul dari atas ada yang terkena,” tutur Kukuh.
Meski dilarikan ke rumah sakit, kondisi korban masih dalam keadaan sadar. Namun pihak Kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Kita belum bisa ambil keterangan karena korban kemarin masih di rumah sakit,” ujarnya.
Baca selanjutnya,
Mikroplastik bisa tambah risiko pasien diabetes kena stroke...
Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengingatkan masyarakat bahwa mikroplastik yang akhir-akhir ini diketahui terkandung di air hujan di Jakarta bisa menambah risiko bagi pasien diabetes terkena stroke bila masuk ke dalam pembuluh darah.
"Ketika ada orang dengan diabetes juga merokok, ditambah juga (terpapar) mikroplastik maka risiko terjadinya serangan jantung dan serangan stroke bisa meningkat," kata Ketua Sub Kelompok Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Rahmat Aji Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat.
Mikroplastik yang berasal dari degradasi limbah plastik termasuk serat sintetis pakaian, debu kendaraan dan ban serta sisa pembakaran sampah plastik berukuran bahkan bisa lebih kecil dari debu dan bakteri.
Rahmat menyampaikan, ketika masuk ke dalam organ tubuh, mikroplastik akan menimbulkan peradangan atau perlukaan di organ tersebut.
Bila peradangan terjadi di saluran pernapasan, misalnya, maka menyebabkan masalah kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan lainnya.
Mikroplastik yang berukuran lebih kecil bahkan bisa ke dalam pembuluh darah dan mengakibatkan perlukaan di sana.
"Apalagi kalau perlukaannya di jantung, di otak, efeknya bisa serangan jantung maupun stroke. Tapi hal ini menjadi faktor risiko, bukan serta-merta mikroplastik ini menjadi agen tunggal penyebab penyakitnya," kata Rahmat.
Sementara pasien diabetes sebenarnya sudah berisiko lebih tinggi terkena stroke dibandingkan orang tanpa diabetes, karena kadar gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah.
Rahmat mengatakan efek mikroplastik bagi kesehatan membutuhkan waktu bertahun-tahun atau tak seketika dialami mereka yang terpapar.
Mikroplastik menjadi bahan perbincangan berbagai kalangan belakangan ini, seiring publikasi hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bahwa air hujan di Jakarta mengandung partikel mikroplastik.
Penelitian yang sebenarnya dilakukan pada tahun 2022 itu menunjukkan mikroplastik dalam setiap sampel air hujan di ibu kota terbentuk dari degradasi limbah plastik melayang di udara akibat aktivitas manusia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kronologi warga yang ditembak oleh begal di Jakbar