Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, melakukan penyesuaian data peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Natuna, Puryanti, di Natuna, Rabu, menjelaskan PBI-JK merupakan program pemerintah pusat yang memberikan jaminan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin.
Melalui program ini, peserta tidak perlu membayar iuran bulanan kepada BPJS Kesehatan karena seluruh biaya kepesertaan ditanggung oleh negara melalui skema subsidi yang telah ditetapkan.
Penyesuaian data tersebut dilakukan menyusul adanya perubahan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Perubahan ini berdampak pada status kepesertaan, di mana lebih dari 2.000 jiwa dari total sekitar 20 ribu peserta JKN segmen PBI-JK di Natuna dinonaktifkan karena dinilai tingkat kesejahteraannya sudah berada di atas desil empat atau tidak lagi masuk kategori penerima manfaat.
Baca juga: Pemkab Natuna targetkan pembaruan DTSEN rampung Maret 2026
"Ada sekitar 2.000 jiwa lebih peserta JKN segmen PBI JK yang dinonaktifkan," ucap dia.
Penyesuaian data dilakukan karena masih ada warga yang dinilai layak menerima bantuan. Salah satunya adalah lansia tunggal atau mereka yang hidup sendiri tanpa dukungan keluarga dan penghasilan tetap.
Ia menjelaskan, peserta lain yang dinonaktifkan namun menderita penyakit kronis dan merasa masih memenuhi syarat menjadi penerima manfaat dapat melapor ke Dinas Sosial.
Warga diminta membawa surat keterangan dari rumah sakit atau puskesmas yang menyatakan rutin menjalani pengobatan.
Dinas Sosial kemudian akan memeriksa kelengkapan dan keabsahan dokumen tersebut. Jika hasil verifikasi menyatakan data valid, maka status kepesertaan JKN dapat diaktifkan kembali dan peringkat kesejahteraan akan sesuaikan.
"Penyesuaian desil banyak terjadi pada lansia tunggal yang terlantar, termasuk di antaranya yang mengidap penyakit kronis dan membutuhkan pengobatan berkelanjutan," katanya.
Baca juga: Pinjaman UMK dengan jaminan mobil jadi daya tarik baru