Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mendapatkan bantuan irigasi perpompaan dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) petani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Natuna Wan Syazali di Natuna, Selasa, mengatakan pada 2026 Kementan mengalokasikan bantuan berupa kegiatan irigasi perpompaan.

Irigasi perpompaan adalah sistem pengairan yang menggunakan pompa air, baik pompa sentrifugal maupun pompa submersible, untuk mengalirkan air ke lahan pertanian. Pendistribusian air bisa dilakukan melalui saluran terbuka maupun tertutup.

Sumber air yang digunakan bisa berasal dari wadah alami atau buatan, baik yang berada di permukaan tanah maupun di dalam tanah.

Sistem ini dinilai mampu menjaga ketersediaan air secara konsisten, sehingga memungkinkan petani tetap menanam saat musim kemarau, serta meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali panen dalam setahun.

Melalui sistem itu, kata dia, pemerintah berupaya mencegah gagal panen, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Alhamdulillah, apa yg kita ajukan diterima oleh Kementan dan direalisasikan tahun ini,” ucapnya.

Bantuan tersebut diperoleh setelah Pemkab Natuna mengajukan usulan ke Kementan. Dalam usulan itu terdapat beberapa komponen, salah satunya terkait Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) yang akan menerima bantuan pembangunan irigasi perpompaan.

Calon penerima bantuan adalah petani yang tergabung dalam kelompok tani, dengan syarat kelompok tersebut telah terdaftar dalam Sistem Penyuluhan Pertanian (Simluhtan).

Sementara itu calon lokasi yang diusulkan merupakan area pengembangan tanaman pangan dengan luas layanan minimal 10 hektare untuk sumber air permukaan, dan minimal lima hektare untuk sumber air yang berasal dari air tanah.

Proses penentuan penerima bantuan juga diprioritaskan untuk lahan tadah hujan atau sawah yang rawan mengalami kekeringan.

Adapun rencana lokasi pembangunan meliputi tiga unit di Desa Payak (Kecamatan Serasan Timur), satu unit di Desa Harapan Jaya (Kecamatan Bunguran Tengah), satu unit di Desa Cemaga Utara (Kecamatan Bunguran Selatan), serta satu unit di Desa Kelanga (Kecamatan Bunguran Timur Laut).

“Tahun lalu kita mendapat enam JIAT (Jaringan Irigasi Air Tanah), tahun ini kita mengusulkan program perpompaan,” kata Wan Syazali.