Natuna (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, meningkatkan populasi sekaligus kualitas sapi di wilayah perbatasan itu melalui program inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Natuna Zulfikar di Natuna, Selasa, menjelaskan IB merupakan metode perkawinan sapi tanpa melalui proses kawin alami. Dalam teknik tersebut, sperma dari pejantan unggul dimasukkan ke dalam saluran reproduksi sapi betina dengan bantuan petugas, pada periode tertentu.
Menurut dia, program itu mampu menghasilkan sekitar 500 hingga 600 ekor sapi setiap tahun. Di Natuna, sperma yang disuntikkan merupakan sapi simental dan limousin.
Zulfikar menambahkan, penerapan IB membantu peternak menghemat biaya karena mereka tidak perlu lagi memelihara sapi jantan. Selain itu, kualitas genetik anak sapi juga lebih baik karena menggunakan sperma dari pejantan unggul.
Baca juga: Kejati Kepri dan BP Batam kerja sama penanganan masalah hukum
“Kalau kawin alami, biasanya anak yang dihasilkan cenderung lebih kecil atau kualitasnya menurun,” ujar dia.
Ia juga menjelaskan sperma untuk program IB di Natuna merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Bantuan tersebut disalurkan pada akhir Desember 2025 dan telah didistribusikan kepada para penerima manfaat.
“Perkiraan kami, hasil dari IB ini baru akan terlihat sekitar September atau Oktober mendatang,” kata Zulfikar.
Ia menambahkan, inseminasi buatan (IB) terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas generasi sapi berikutnya. Sebagai contoh, sapi calon kurban bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang telah diusulkan untuk dikurbankan di Pulau Laut Natuna, merupakan hasil dari program IB.
“Sapi bantuan Pak Presiden yang kami usulkan itu merupakan hasil IB, dengan berat hampir 900 kilogram,” katanya.
Baca juga: Kanwil DJP Kepri serahkan tersangka kasus perpajakan ke jaksa