Kursi Rektor UMRAH Disita Mahasiswa
Senin, 24 Maret 2014 19:19 WIB
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Kursi Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji Prof Maswardi M Amin disita mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa.
"Ini sebagai simbol pergerakan kami mendesak rektor untuk mundur dari jabatannya. Kursi ini akan diserahkan kepada rektor yang baru," kata Juru Bicara Aliansi Mahasiswa Penyelamat Universitas Maritim Raja Ali Haji Suaid di Tanjungpinang, Senin.
Kursi rektor diambil dari ruangannya yang berada di lantai dua gedung rektorat. Saat naik ke ruang rektor tidak seorang pun yang menghalangi massa.
Selain kursi rektor, massa juga mengangkut tiga kursi yang disiapkan untuk tamu rektor. Kursi-kursi tersebut dinaikkan ke mobil "pick up".
Mobil itu saat berita ini disiarkan masih berada di halaman parkir Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah).
"Aksi ini tidak akan berhenti," ujarnya.
Selain mengeluarkan kursi rektor, sebelumnya mahasiswa membuang kursi yang terkumpul di luar kelas ke Jalan Dompak. Ratusan kursi-kursi itu diletak di median jalan dan jalan masuk ke rektorat.
Aktivitas di kampus pun terhenti lantaran tidak ada kursi di dalam kelas. Sedangkan beberapa dosen berada di kampus, meski tidak ada perkuliahan.
"Malam ini kami berkemah di kampus untuk menjaga kursi-kursi yang dikeluarkan," katanya.
Aksi yang digelar mahasiswa dalam beberapa hari terakhir terkait dengan sanksi yang diberikan rektor Umrah terhadap salah seorang dosen Fisipol, Suradji. Sanksi skorsing selama dua semester terhadap pengamat politik Umrah itu memancing kemarahan mahasiswa.
Selain menuntut rektor mundur dari jabatannya, mahasiswa juga meminta agar sanski yang diberikan pada Suradji dicabut kembali. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Ini sebagai simbol pergerakan kami mendesak rektor untuk mundur dari jabatannya. Kursi ini akan diserahkan kepada rektor yang baru," kata Juru Bicara Aliansi Mahasiswa Penyelamat Universitas Maritim Raja Ali Haji Suaid di Tanjungpinang, Senin.
Kursi rektor diambil dari ruangannya yang berada di lantai dua gedung rektorat. Saat naik ke ruang rektor tidak seorang pun yang menghalangi massa.
Selain kursi rektor, massa juga mengangkut tiga kursi yang disiapkan untuk tamu rektor. Kursi-kursi tersebut dinaikkan ke mobil "pick up".
Mobil itu saat berita ini disiarkan masih berada di halaman parkir Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah).
"Aksi ini tidak akan berhenti," ujarnya.
Selain mengeluarkan kursi rektor, sebelumnya mahasiswa membuang kursi yang terkumpul di luar kelas ke Jalan Dompak. Ratusan kursi-kursi itu diletak di median jalan dan jalan masuk ke rektorat.
Aktivitas di kampus pun terhenti lantaran tidak ada kursi di dalam kelas. Sedangkan beberapa dosen berada di kampus, meski tidak ada perkuliahan.
"Malam ini kami berkemah di kampus untuk menjaga kursi-kursi yang dikeluarkan," katanya.
Aksi yang digelar mahasiswa dalam beberapa hari terakhir terkait dengan sanksi yang diberikan rektor Umrah terhadap salah seorang dosen Fisipol, Suradji. Sanksi skorsing selama dua semester terhadap pengamat politik Umrah itu memancing kemarahan mahasiswa.
Selain menuntut rektor mundur dari jabatannya, mahasiswa juga meminta agar sanski yang diberikan pada Suradji dicabut kembali. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Metro panggil rektor Universitas Pancasila dugaan pelecehan seksual
25 February 2024 19:40 WIB, 2024
KPK panggil rektor UBL Yusuf Barusman sebagai saksi terkait kasus Andhi Pramono
28 August 2023 11:36 WIB, 2023
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
TNI AU tambah 58 personel ke Natuna perkuat pangkalan udara di wilayah perbatasan
26 January 2026 14:56 WIB
LKBN ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 January 2026 16:09 WIB
Trump 'murka' ancam tarif 200 persen jika Marcon tak jadi Dewan Perdamaian Gaza
20 January 2026 14:30 WIB