Batam (Antara Kepri) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Pesawat Kepresidenan tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, Rabu siang, untuk melakukan kunjungan kerja sekaligus menemui PM Australia Tony Abbott dan Presiden Singapura Tony Tan Kem Yang.

Berdasarkan pantauan Antara di Batam, Rabu, Pesawat Khusus Kepresidenan jenis Boeing Business Jet 2 mendarat dengan mulus di Hang Nadim sekitar pukul 12.45 WIB.

Kondisi cuaca di bandara diwarnai hujan cukup deras, sehingga Presiden Yudhoyono mesti dipayungi ketika turun dari pesawat dan memakai mobil menuju ke terminal kedatangan VVIP bandara tersebut.

Kedatangan Presiden ditemani dengan sejumlah pejabat negara antara lain Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, serta Sekretaris Kabinet Dipo Alam.

Selanjutnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Australia Tony Abbot di sela-sela kunjungan kerjanya di Batam.

Staf khusus Presiden bidang hubungan Internasional Teuku Faizasyah dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (3/6), mengatakan Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembicaraan per telepon Presiden Yudhoyono dan PM Abbott di sela-sela Konferensi Open Government Partnership di Bali pada 6 Mei 2014.

"Selanjutnya pada tanggal 5 Juni 2014, Presiden Yudhoyono akan menerima Presiden Singapura Tony Tan Kem Yang dalam kunjungan kerjanya ke Batam. Presiden Yudhoyono juga akan mengadakan jamuan santap malam dalam rangka menghormati Presiden Tony Tan," kata Faizasyah.

Pertemuan Presiden RI-PM Australia itu terkait dengan hubungan bilateral Indonesia-Australia yang telah dibangun berdasarkan Kemitraan Komprehensif akan dapat kembali dioptimalkan manakala kedua negara mampu membangun kembali "trust and confidence" dengan mengacu pada suatu "code of conduct".

Sementara itu, pertemuan Presiden Yudhoyono dengan Presiden Tony Tan diharapkan dapat semakin memperkuat modalitas pemajuan kerja sama Tingkat Tinggi, seperti "Annual Leaders Retreat".

Dengan demikian, pertemuan kedua Presiden tersebut diharapkan dapat mendorong semakin kokohnya persahabatan dan hubungan Indonesia-Singapura. (Antara)

Editor: Rusdianto