Omzet Bazar Ramadhan Karimun Rp100 Juta/Malam
Minggu, 12 Juli 2015 3:13 WIB
Karimun (Antara Kepri) - Omzet penjualan di Bazar Ramadhan Pasar Puan Maimun Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mencapai Rp100 juta per malam.
"Rata-rata penjualan pedagang paling rendah sekitar Rp500.000 per malam, sehingga total omzet sebanyak 200 pedagang mencapai Rp100 juta per malam," kata Pengelola Bazar Ramadhan Muhammad Yunus di Tanjung Balai Karimun.
Muhammad Yunus mengatakan, 200 pedagang berjualan di lapak-lapak yang disediakan pengelola, dengan barang dagangan mulai dari pakaian, aksesoris, peralatan rumah tangga dan kebutuhan Lebaran lainnya.
Peningkatan omzet para pedagang sebanyak itu, menurut dia mulai terjadi sejak dua hari terakhir, seiring makin dekatnya Hari Raya Idul Fitri.
Pengunjung, kata dia, juga semakin membludak. Kendaraan bermotor yang dibawa pengunjung tidak lagi tertampung pada areal parkir di sekitar Pasar Puan Maimun, sehingga diparkir di badan jalan depan pasar, bahkan sampai ke halaman rumah toko di kiri kanan jalan.
"Warga masyarakat sangat memanfaatkan bazar ini untuk berbelanja kebutuhan Lebaran. Dampaknya sangat positf bagi ekonomi kerakyatan. Perputaran uangnya cukup tinggi," ucap dia.
Ia menambahkan, omzet penjualan di bazar tersebut akan lebih besar jika ditambah dengan para pedagang yang membentang lapak di luar lapak yang disiapkan pengelola bazar.
"Sebagai pengelola, kami tentu senang melihat bazar ramai dikunjungi warga. Di satu sisi, warga bisa membeli kebutuhan Lebaran, di sisi lain pedagang tentunya meraup untung dari penjualan barang dagangannya," tuturnya.
Pembelanja, kata dia, tidak hanya warga yang tinggal di Tanjung Balai Karimun, tetapi juga dari Meral atau Tebing bahkan dari pulau-pulau, seperti Pulau Parit atau Pulau Tulang.
"Bahkan ada yang dari Tanjungsamak, Pulau Rangsang, Meranti. Mereka naik pompong (kapal motor kecil) untuk sampai ke sini," ujarnya.
Seorang pedagang, Andi mengatakan omset penjualannya lebih dari Rp500.000 per malam. "Alhamdulillah, ada peningkatan penjualan. Mulai meningkat sejak pekan ini," kata dia.
Ujang, pedagang lain menambahkan, omset penjualannya di atas Rp1 juta setiap malam. "Mulai ramai sejak beberapa hari ini. Pembelanja tidak hanya dari sini, ada juga dari pulau-pulau," ucapnya.
Ratusan kios dan lapak yang berjejer dipadati warga yang ingin membeli berbagai kebutuhan, seperti pakaian, sepatu, sandal dan aksesoris rumah.
Puluhan lapak berbagai macam dagangan yang dibentang para pedagang di pinggir jalan di samping pasar tersebut juga disesaki para pembelanja. Ratusan sepeda motor parkir memadati sekitar bazar.
Keberadaan bazar memacetkan ruas jalan utama menuju Kecamatan Meral. Sejumlah warga dan tukang parkir tampak sibuk mengatur arus lalu lintas yang macet. (Antara)
Editor: Jo Seng Bie
"Rata-rata penjualan pedagang paling rendah sekitar Rp500.000 per malam, sehingga total omzet sebanyak 200 pedagang mencapai Rp100 juta per malam," kata Pengelola Bazar Ramadhan Muhammad Yunus di Tanjung Balai Karimun.
Muhammad Yunus mengatakan, 200 pedagang berjualan di lapak-lapak yang disediakan pengelola, dengan barang dagangan mulai dari pakaian, aksesoris, peralatan rumah tangga dan kebutuhan Lebaran lainnya.
Peningkatan omzet para pedagang sebanyak itu, menurut dia mulai terjadi sejak dua hari terakhir, seiring makin dekatnya Hari Raya Idul Fitri.
Pengunjung, kata dia, juga semakin membludak. Kendaraan bermotor yang dibawa pengunjung tidak lagi tertampung pada areal parkir di sekitar Pasar Puan Maimun, sehingga diparkir di badan jalan depan pasar, bahkan sampai ke halaman rumah toko di kiri kanan jalan.
"Warga masyarakat sangat memanfaatkan bazar ini untuk berbelanja kebutuhan Lebaran. Dampaknya sangat positf bagi ekonomi kerakyatan. Perputaran uangnya cukup tinggi," ucap dia.
Ia menambahkan, omzet penjualan di bazar tersebut akan lebih besar jika ditambah dengan para pedagang yang membentang lapak di luar lapak yang disiapkan pengelola bazar.
"Sebagai pengelola, kami tentu senang melihat bazar ramai dikunjungi warga. Di satu sisi, warga bisa membeli kebutuhan Lebaran, di sisi lain pedagang tentunya meraup untung dari penjualan barang dagangannya," tuturnya.
Pembelanja, kata dia, tidak hanya warga yang tinggal di Tanjung Balai Karimun, tetapi juga dari Meral atau Tebing bahkan dari pulau-pulau, seperti Pulau Parit atau Pulau Tulang.
"Bahkan ada yang dari Tanjungsamak, Pulau Rangsang, Meranti. Mereka naik pompong (kapal motor kecil) untuk sampai ke sini," ujarnya.
Seorang pedagang, Andi mengatakan omset penjualannya lebih dari Rp500.000 per malam. "Alhamdulillah, ada peningkatan penjualan. Mulai meningkat sejak pekan ini," kata dia.
Ujang, pedagang lain menambahkan, omset penjualannya di atas Rp1 juta setiap malam. "Mulai ramai sejak beberapa hari ini. Pembelanja tidak hanya dari sini, ada juga dari pulau-pulau," ucapnya.
Ratusan kios dan lapak yang berjejer dipadati warga yang ingin membeli berbagai kebutuhan, seperti pakaian, sepatu, sandal dan aksesoris rumah.
Puluhan lapak berbagai macam dagangan yang dibentang para pedagang di pinggir jalan di samping pasar tersebut juga disesaki para pembelanja. Ratusan sepeda motor parkir memadati sekitar bazar.
Keberadaan bazar memacetkan ruas jalan utama menuju Kecamatan Meral. Sejumlah warga dan tukang parkir tampak sibuk mengatur arus lalu lintas yang macet. (Antara)
Editor: Jo Seng Bie
Pewarta : Rusdianto
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bulog ingatkan pedagang jual komoditas di atas HET terancam putus kerja sama
26 February 2026 5:05 WIB
Polda Kepri edukasi pedagang pasar jaga kamtibmas jelang Pilkada 2024
20 October 2024 9:00 WIB, 2024
Wapres Ma'ruf Amin berdialog dengan pedagang usai peresmian Pasar Tanjungpinang
10 September 2024 6:19 WIB, 2024
Pelaku pembunuhan pedagang perabotan di Duren Sawit bertambah satu orang
02 July 2024 13:47 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Jangan asal pasang! PLN Batam bagikan tips rencanakan instalasi listrik rumah baru
12 May 2026 14:22 WIB