Bapedalda Batam Telusuri Pencemaran Minyak Kapal Tenggelam
Sabtu, 19 Desember 2015 19:56 WIB
Batam (Antara Kepri) - Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah Kota Batam, Kepulauan Riau, menelusuri pencemaran minyak akibat kapal MT Thorco Cloud bertabrakan dengan MV Stolt Commitment dan tenggelam di laut perbatasan Indonesia-Singapura.
"Sampai sekarang masih penelusuran, nanti hasilnya diinformasikan," kata Kepala Bapedalda Batam, Dendi Purnomo di Batam, Sabtu, mengenai kejadian pada Rabu (16/12).
Bapedalda sudah menurunkan tim untuk mengecek pencemaran di laut Indonesia yang berbatasan dengan Singapura itu.
Tim mengambil sampel air laut di sekitar tempat kejadian untuk mengetahui kandungan bahan pencemar.
Terpisah, Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan mengatakan jika terjadi pencemaran laut yang merugikan masyarakat, maka Pemkot akan meminta ganti rugi.
"Kalau ada yang merugikan wilayah Kota Batam kami akan minta ganti rugi. Kami akan klaim," kata dia.
Wali Kota meminta Bapedalda untuk mengumpulkan informasi terkait tabrakan kapal yang terjadi di perairan internasional antara Batam-Singapura.
"Saya sudah terima informasi awalnya. Dan saya sudah minta Pak Dendi (Kepala Bapedalda Batam-red) mencari tahu serta mengumpulkan informasi di lapangan," kata Wali Kota.
Ia menyatakan, selat yang memisahkan Singapura dan Batam ini relatif sempit, tersibuk kedua di dunia, setelah selat yang memisahkan antara Inggris dan Prancis.
MT Thorco Cloud yang membawa pipa dari Batam menuju Somalia, bertabrakan dengan MV Stolt Commitment yang bermuatan gas di perairan antara Indonesia dengan Singapura.
Akibat tabrakan itu, MT Thorco Cloud tenggelam.
Sedangkan MT Stolt Commitment dikabarkan sudah diamankan oleh Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Sampai sekarang masih penelusuran, nanti hasilnya diinformasikan," kata Kepala Bapedalda Batam, Dendi Purnomo di Batam, Sabtu, mengenai kejadian pada Rabu (16/12).
Bapedalda sudah menurunkan tim untuk mengecek pencemaran di laut Indonesia yang berbatasan dengan Singapura itu.
Tim mengambil sampel air laut di sekitar tempat kejadian untuk mengetahui kandungan bahan pencemar.
Terpisah, Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan mengatakan jika terjadi pencemaran laut yang merugikan masyarakat, maka Pemkot akan meminta ganti rugi.
"Kalau ada yang merugikan wilayah Kota Batam kami akan minta ganti rugi. Kami akan klaim," kata dia.
Wali Kota meminta Bapedalda untuk mengumpulkan informasi terkait tabrakan kapal yang terjadi di perairan internasional antara Batam-Singapura.
"Saya sudah terima informasi awalnya. Dan saya sudah minta Pak Dendi (Kepala Bapedalda Batam-red) mencari tahu serta mengumpulkan informasi di lapangan," kata Wali Kota.
Ia menyatakan, selat yang memisahkan Singapura dan Batam ini relatif sempit, tersibuk kedua di dunia, setelah selat yang memisahkan antara Inggris dan Prancis.
MT Thorco Cloud yang membawa pipa dari Batam menuju Somalia, bertabrakan dengan MV Stolt Commitment yang bermuatan gas di perairan antara Indonesia dengan Singapura.
Akibat tabrakan itu, MT Thorco Cloud tenggelam.
Sedangkan MT Stolt Commitment dikabarkan sudah diamankan oleh Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
TNI AU tambah 58 personel ke Natuna perkuat pangkalan udara di wilayah perbatasan
26 January 2026 14:56 WIB
Polres Natuna tangani 55 kasus kejahatan di daerah perbatasan sepanjang 2025
31 December 2025 12:00 WIB
Kamboja tuduh pasukan militer Thailand lakukan serangan di tengah perundingan
26 December 2025 14:53 WIB
Perum Bulog Natuna tuntas salurkan bantuan pangan Bapanas untuk wilayah perbatasan
26 December 2025 6:26 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Polda Kepri mengungkap modus penyelundupan 70 ton daging beku dari Singapura
27 January 2026 16:25 WIB