Karimun (Antara Kepri) - Anggota DPRD Karimun, Provinsi Kepulauan, Riau Nyimas Novi Ujiani menyatakan prihatin dengan banyaknya anak-anak dan remaja yang kecanduan mabuk dengan menghirup uap lem.
"Saya prihatin, lem yang seharusnya untuk merekatkan sesuatu dihirup oleh anak-anak. Ini patut menjadi perhatian serius kita bersama, ada apa dengan anak-anak kita sehingga kecanduan 'ngelem'," kata dia di Tanjung Balai Karimun, Selasa.
Nyimas mengatakan, kecanduan ngelem nyata-nyata sebuah perilaku yang tidak sehat dan tidak normal di kalangan anak-anak. Ia menduga ketagihan "ngelem" adalah pengaruh dari peredaran gelap narkotika dan obat-obat terlarang.
"Lem kan harganya murah, ada laporan anak bisa 'fly' sama seperti mengonsumsi narkoba. Kalau narkoba kan mahal harganya," kata dia.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengatakan, lem mengandung zat kimia, kalau dihirup tentu berdampak pada kesehatan anak, terutama syaraf anak.
Dia mendesak aparat dan instansi terkait memperketat pengawasan penjualan lem, dan memperingatkan pengusaha toko untuk tidak sembarangan menjual lem, apalagi kepada anak-anak.
"Pengusaha toko tentu bisa memilah-milah pembeli, jangan asal jual. Apalagi kepada anak-anak, kan bisa dilihat tingkah laku anak. Orang tua juga harus mengawasi dan memantau anaknya jangan sampai terjerumus melakukan hal yang tidak baik," kata dia.
Secara terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Laskar Melayu Bersatu (LMB) Karimun Datuk Panglima Azman Zainal juga mengaku sering mendapat laporan soal anak-anaknya yang kecanduan ngelem.
"Kurangnya perhatian orang tua merupakan salah satu faktor anak-anak berbuat seperti itu. Mereka ngelem di tempat sepi atau rumah kosong. Kalau dibiarkan mereka bisa terjerumus dalam pengaruh narkoba," katanya.
Azman menduga narkoba sudah mendekati anak-anak sekolah, namun karena narkoba harus keluar uang banyak, maka diganti dengan "ngelem".
"Tidak mungkin mereka langsung ngelem begitu saja, pasti ada pengaruh narkoba. Ini menjadi perhatian kita semua, terutama orang tua dan pihak-pihak terkait," kata dia.
Berdasarkan pengamatan lapangan, anak-anak tingkat SMP marak menghirup lem seperti cap kambing di tempat sepi dan rumah kosong. Seorang anak mengaku suka menghirup lem agar bisa "fly" dan tenang. (Antara)
Editor: A Jo Seng Bie
Anggota DPRD Karimun Prihatin Remaja Mabuk Lem
Selasa, 19 April 2016 22:37 WIB
Pewarta : Rusdianto
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK dalami dugaan anggota DPRD Nyumarno terima uang Rp600 juta dari Sarjan
13 January 2026 17:18 WIB
DPRD Batam apresiasi pemkot salurkan bantuan untuk korban bencana di Sumatera
04 December 2025 16:29 WIB