Batam (Antara Kepri) - Sebanyak 45 pengawas dan kepala sekolah menengah atas, serta sekolah menengah kejuruan di Kota Batam  menandatangani pakta integritas setelah dilantik oleh Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun di Batam, Senin.
         
Gubernur optimistis, penandatanganan pakta integritas mampu menjaga perilaku kepala sekolah dari godaan untuk melakukan penyelewengan yang merugikan siswa dan masyarakat.
         
"Tadi sudah ada penandatanganan pakta integritas. Sebelum itu ada sumpah jabatan. Saya rasa setelah disumpah seperti tadi terdetaklah hatinya bahwa kita ini tak lepas dari pengawasan Allah SWT. Saya yakin Bapak Ibu sudah mendalami itu," kata Gubernur Nurdin.
         
Ia berharap para pendidik bisa mempersiapkan mental dan kualitas siswa SMA/SMK menghadapi kompetisi hidup setelah lulus sekolah, baik dalam mencari pendidikan lanjutan, mencari pekerjaan, ataun berwirusaha.
         
Karena menurut Gubernur, pendidikan di SMA merupakan loncatan menuju kompetisi yang sesungguhnya di tengah masyarakat.
         
"Waktu saya di Seskoal, anak-anak didorong untuk masuk ke Akademi Angkatan Laut. Saat di Solo, ratusan yang ikut, sampai ujung-ujungnya dua saja yang tersisa. Bukan masalah fisik, tapi akademisnya yang kurang," kata dia.
         
Gubernur juga mengajak orang tua dan lingkungan sekitar untuk turut membantu proses pembentukan mental dan kualitas pendidikan anak di sekolah, agar selulus sekolah atas, anak bisa terjun di masyarakat.
         
"Proses ini harus dilakukan bersama-sama antara pemerintah, pendidik, dan anak," kata dia.
         
Dalam kesempatan itu, Gubernur mengatakan biaya pendidikan memang relatif besar. Namun, bila dimanfaatkan dengan baik, maka orang tua akan menuai hasil yang lebih besar, yaitu anak yang berguna.(Antara)

Editor: Dedi