Batam larang bengkel di tepi jalan umum
Selasa, 31 Juli 2018 18:38 WIB
Ilustrasi bengkel. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Batam (Antaranews Kepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau melarang usaha bengkel kendaraan di tepi jalan umum, untuk menjaga estetika dan kebersihan kota.
"Kami minta bengkel tidak ada beroperasi di jalan umum, melainkan masuk ke dalam, sehingga tidak nampak. Biar kota terlihat bersih dan indah," kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi di Batam, Selasa.
Ia mengatakan sedang menyusun Peraturan Wali Kota untuk melarang pendirian bengkel di tepi jalan umum.
Biasanya, bengkel kendaraan nampak kumuh dengan banyak oli hitam yang tumpah, sehingga akan merusak pemandangan kota yang kini tengah giat membangun pariwisata itu.
"Nanti diatur di Perwako. Ini saya sampaikan sekarang, pelan-pelan dulu. Supaya masyarakat yang mau bangun baru, jangan membangun di tepi jalan lagi. Supaya yang sudah ada tidak bertambah," kata dia.
Wali Kota menyatakan pemerintah kini tengah menggalakkan pariwisata sebagai penyokong ekonomi kota, menggantikan sektor industri yang kini tengah teruruk.
Menurut Wali Kota, sulit mengembalikan perekonomian sektor industri seperti sedia kala dalam waktu dekat, sehingga dibutuhkan sektor lainnya, yaitu pariwisata.
Batam memiliki potensi pariwisata yang relatif baik, karena letaknya yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia. Batam juga memiliki potensi wisata bahari karena terdiri dari ratusan pulau.
Selain mengatur keberadaan bengkel kendaraan, Wali Kota juga merumuskan berbagai kebijakan untuk mendorong kunjungan wisman.
"Tempat makan juga mau saya atur. Sekarang ini lihat parit di belakang tempat orang jual makan, jorok. Di Malaysia dan Singapura tidak ada itu. Maka nanti saya mau atur juga," kata Wali Kota. (Antara)
"Kami minta bengkel tidak ada beroperasi di jalan umum, melainkan masuk ke dalam, sehingga tidak nampak. Biar kota terlihat bersih dan indah," kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi di Batam, Selasa.
Ia mengatakan sedang menyusun Peraturan Wali Kota untuk melarang pendirian bengkel di tepi jalan umum.
Biasanya, bengkel kendaraan nampak kumuh dengan banyak oli hitam yang tumpah, sehingga akan merusak pemandangan kota yang kini tengah giat membangun pariwisata itu.
"Nanti diatur di Perwako. Ini saya sampaikan sekarang, pelan-pelan dulu. Supaya masyarakat yang mau bangun baru, jangan membangun di tepi jalan lagi. Supaya yang sudah ada tidak bertambah," kata dia.
Wali Kota menyatakan pemerintah kini tengah menggalakkan pariwisata sebagai penyokong ekonomi kota, menggantikan sektor industri yang kini tengah teruruk.
Menurut Wali Kota, sulit mengembalikan perekonomian sektor industri seperti sedia kala dalam waktu dekat, sehingga dibutuhkan sektor lainnya, yaitu pariwisata.
Batam memiliki potensi pariwisata yang relatif baik, karena letaknya yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia. Batam juga memiliki potensi wisata bahari karena terdiri dari ratusan pulau.
Selain mengatur keberadaan bengkel kendaraan, Wali Kota juga merumuskan berbagai kebijakan untuk mendorong kunjungan wisman.
"Tempat makan juga mau saya atur. Sekarang ini lihat parit di belakang tempat orang jual makan, jorok. Di Malaysia dan Singapura tidak ada itu. Maka nanti saya mau atur juga," kata Wali Kota. (Antara)
Pewarta : YJ Naim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Kepri kerahkan rantis Karhutla padamkan kebakaran bengkel di Tanjung Uncang
11 January 2026 7:28 WIB
Kantor Bahasa Kepri ajak para orang tua tanamkan budaya membaca pada anak
16 May 2024 18:31 WIB, 2024
BP Batam harap KEK BAT dapat jadi bengkel pesawat terbesar di Indonesia
30 November 2023 18:16 WIB, 2023
Kebakaran bengkel kapal di Tanjungpinang diduga karena arus pendek listrik
23 January 2021 14:25 WIB, 2021
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BMKG akhiri peringatan dini tsunami pascagempa 7,7 magnitudo di Laut Sulawesi
08 June 2026 12:43 WIB