Aliran gas ke industri Batam berkurang
Selasa, 19 Februari 2019 23:51 WIB
Logo Perusahaan Gas Negara (PGN)
Batam (ANTARANews Kepri) - Aliran gas dari Conoco Phillips di Grissik untuk industri ke Kota Batam, Kepulauan Riau berkurang, karena perusahaan itu melakukan pemeliharaan sumur.
Sales Area Head PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Batam, Wendi Purwanto di Batam, Selasa mengatakan saat pemeliharaan sumur gas Sabtu-Jumat (23/2-1/3) nanti, PGN hanya mengalirkan 6 mmbtud gas. Pada saat normal, gas yang dialirkan mencapai 3 mmbtud.
"Akan dialirkan 6 mmbtud untuk industri, termasuk rumah tangga, setiap harinya," kata dia.
Sebenarnya, saat pemeliharaan sumur gas, Conoco Phillips tidak akan mendistribusikan gas sama sekali, atau "zero flow", namun, PGN mengupayakan, agar pelangggannya tetap mendapatkan bahan bakar gas, meski jumlahnya berkurang.
PGN, kata dia, memberlakukan manajemen "line pack", menyalurkan gas yang masih ada di dalam pipa.
"Karena sesungguhnya di pipa bisa simpan gas," kata dia.
PGN telah memberitahukan kepada seluruh pelanggannya terkait rencana pemeliharaan sumur gas di Grissik, agar bersiap menghadapi, bila tidak mendapatkan aliran gas.
Dia mengakui, akibat berkurangnya pasokan gas itu, ada industri kecil yang terpaksa berhenti beroperasi.
"Dan ada juga yang beroperasi dengan kuota yang ada. Karena sudah kami sampaikan sejak lama, agar mereka menyiapkan," kata dia.
Ia mengatakan, pemeliharaan sumur oleh Conoco Phillips tidak dapat dihindari, demi ketahanan penyaluran gas selama 10 hingga belasan tahun ke depan.
Sementra itu, PLN Bright Batam terpaksa melakukan pemadaman listrik bergilir akibat pengurangan pasokan gas dari 40 mmbtud menjadi 14 mmbtud setiap harinya.
Coorporate Secretary PLN Bright Batam, Samsul Bahri menyatakan pihaknya telah menyusun skema pemadaman listrik bergilir, yaitu 3 kali dalam sehari dengan durasi 3 jam setiap padam, di seluruh wilayah, secara bergantian.
Dengan begitu, aliran listrik berhenti selama 9 jam setiap hari, di masing-masing wilayah.
Sales Area Head PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Batam, Wendi Purwanto di Batam, Selasa mengatakan saat pemeliharaan sumur gas Sabtu-Jumat (23/2-1/3) nanti, PGN hanya mengalirkan 6 mmbtud gas. Pada saat normal, gas yang dialirkan mencapai 3 mmbtud.
"Akan dialirkan 6 mmbtud untuk industri, termasuk rumah tangga, setiap harinya," kata dia.
Sebenarnya, saat pemeliharaan sumur gas, Conoco Phillips tidak akan mendistribusikan gas sama sekali, atau "zero flow", namun, PGN mengupayakan, agar pelangggannya tetap mendapatkan bahan bakar gas, meski jumlahnya berkurang.
PGN, kata dia, memberlakukan manajemen "line pack", menyalurkan gas yang masih ada di dalam pipa.
"Karena sesungguhnya di pipa bisa simpan gas," kata dia.
PGN telah memberitahukan kepada seluruh pelanggannya terkait rencana pemeliharaan sumur gas di Grissik, agar bersiap menghadapi, bila tidak mendapatkan aliran gas.
Dia mengakui, akibat berkurangnya pasokan gas itu, ada industri kecil yang terpaksa berhenti beroperasi.
"Dan ada juga yang beroperasi dengan kuota yang ada. Karena sudah kami sampaikan sejak lama, agar mereka menyiapkan," kata dia.
Ia mengatakan, pemeliharaan sumur oleh Conoco Phillips tidak dapat dihindari, demi ketahanan penyaluran gas selama 10 hingga belasan tahun ke depan.
Sementra itu, PLN Bright Batam terpaksa melakukan pemadaman listrik bergilir akibat pengurangan pasokan gas dari 40 mmbtud menjadi 14 mmbtud setiap harinya.
Coorporate Secretary PLN Bright Batam, Samsul Bahri menyatakan pihaknya telah menyusun skema pemadaman listrik bergilir, yaitu 3 kali dalam sehari dengan durasi 3 jam setiap padam, di seluruh wilayah, secara bergantian.
Dengan begitu, aliran listrik berhenti selama 9 jam setiap hari, di masing-masing wilayah.
Pewarta : YJ Naim
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ketua Komisi XII DPR: Industri hulu migas di Batam memiliki daya saing tinggi
05 February 2026 15:08 WIB
Mensos soroti peluang kerjasama dengan industri untuk tekan angka kemiskinan
20 January 2026 16:55 WIB
Harga turun 50%, industri pasir kuarsa Kepri minta penyesuaian kebijakan daerah
14 January 2026 15:16 WIB
Di Batam, Komisi VII DPR dorong regulasi aviasi lebih kompetitif untuk industri MRO
21 November 2025 17:51 WIB
Disnaker Kota Batam tangani 104 kasus perselisihan hubungan dengan industri
22 October 2025 15:17 WIB
Labfor Polri olah TKP cari penyebab kebakaran kapal tanker MT Federal II Batam
17 October 2025 18:10 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Mangrove Bintan mulai dilirik jadi kawasan budidaya dan wisata berkelanjutan
10 February 2026 15:54 WIB
Pemprov Kepri usul pemisahan komponen pangan dan nonpangan terkait inflasi
10 February 2026 5:11 WIB
Bulog Batam: Stok beras dan Minyakita terjaga jelang Imlek dan Idul Fitri
09 February 2026 11:28 WIB