Kepala BP Batam: Ada 8.200 lahan mangkrak
Jumat, 22 Februari 2019 21:22 WIB
Logo BP Batam (Foto: Istimewa)
Batam (Antaranews Kepri) - Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat masih ada sekitar 8.200 lahan yang mangkrak atau belum dimanfaatkan investor meski sudah memiliki hak pengalokasian.
Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi, di Batam, Jumat, mengatakan mangkrak yang dimaksudnya adalah dari sisi investasi bukan dari segi lahan.
"Ini sedang kita evaluasi kenapa investasinya tidak jalan dan kita panggil (investor) kenapa belum jalan," katanya.
Menurut dia, apabila investor tersebut memerlukan rekan kerja untuk membangun usahanya BP Batam akan mencoba membantu.
Namun jika si investor ingin merubah peruntukan lahan yang diberikan kepadanya, BP Batam juga akan melakukan perubahan peruntukan.
"Jadi lahan magkrak itu, saya lihat dari segi investasi bukan tanah dan yang tidak jalan itu sekitar 8.200 hektar," paparnya.
Dia mengatakan, salah satu investor yang bergerak di bidang perpipaan sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan akan dikawal agar segera merealisasikan investasinya di Kota Batam.
"Itu yang pipeline (sudah memiliki NIB), tapi satu lagi ada yang belum tahu mau kemana dan buat apa, makanya sekarnag kita konsentrasi untuk melakukan evaluasi," tuturnya.
Saat ini lanjutnya, investor yang akan membangun industri di Batam akan lebih diarahkan untuk masuk ke sejumlah kawasan industri. Seperti Batamindo, Panbil dan Kabil.(Antara)
Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi, di Batam, Jumat, mengatakan mangkrak yang dimaksudnya adalah dari sisi investasi bukan dari segi lahan.
"Ini sedang kita evaluasi kenapa investasinya tidak jalan dan kita panggil (investor) kenapa belum jalan," katanya.
Menurut dia, apabila investor tersebut memerlukan rekan kerja untuk membangun usahanya BP Batam akan mencoba membantu.
Namun jika si investor ingin merubah peruntukan lahan yang diberikan kepadanya, BP Batam juga akan melakukan perubahan peruntukan.
"Jadi lahan magkrak itu, saya lihat dari segi investasi bukan tanah dan yang tidak jalan itu sekitar 8.200 hektar," paparnya.
Dia mengatakan, salah satu investor yang bergerak di bidang perpipaan sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan akan dikawal agar segera merealisasikan investasinya di Kota Batam.
"Itu yang pipeline (sudah memiliki NIB), tapi satu lagi ada yang belum tahu mau kemana dan buat apa, makanya sekarnag kita konsentrasi untuk melakukan evaluasi," tuturnya.
Saat ini lanjutnya, investor yang akan membangun industri di Batam akan lebih diarahkan untuk masuk ke sejumlah kawasan industri. Seperti Batamindo, Panbil dan Kabil.(Antara)
Pewarta : Messa Haris
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Riau upaya selesaikan pembangunan RSUD Rokan Hulu yang mangkrak
10 March 2025 11:43 WIB, 2025
Pemprov Kepri bantah kabar soal proyek revitalisasi suku laut mangkrak
01 February 2024 13:11 WIB, 2024
MTI harap Kementerian Perhubungan selesaikan tiga proyek pelabuhan mangkrak di Kepri
22 May 2023 15:25 WIB, 2023
MAKI gugat praperadilan lima perkara mangkrak pada Hari Anti Korupsi
09 December 2019 22:29 WIB, 2019