Tim medis berjaga di seluruh PPK di Batam
Selasa, 23 April 2019 14:53 WIB
Ambulans bersiaga di tempat perhitungan suara PPK Sekupang di Gedung Olahraga Abdul Jakfar, Sekupang, Selasa. (Naim)
Batam (ANTARA) - Tim medis dari Dinas Kesehatan Kota Batam, Kepulauan Riau, berjaga di seluruh tempat penghitungan suara Panitia Pemilihan Kecamatan yang ada di kota setempat.
"Sejak Senin (22/4), kami menggandeng Dinkes melakukan pencegahan, dengan mengecek kesehatan KPPS. Ini sudah dilakukan di seluruh Batam," kata Komisioner KPU Kepri, Koordinator Wilayah Kota Batam, Widiyono Agung di Batam, Senin.
Berdasarkan pantauan ANTARA, ambulans dari puskesmas setempat bersiaga di sekitar tempat penghitungan suara, di antaranya di PPK Sekupang dan PPK Sagulung.
Sedangkan PPK yang berada di pulau penyangga, seperti Bulang, aparat kepolisian menurunkan dokter polisi untuk memeriksa kesehatan petugas.
"Kami berharap langkah serupa juga dilakukan di seluruh wilayah di Provinsi Kepri. Saya sudah sampaikan pada kawan-kawan agar bekerja sama dengan tim medis dari Pemkot," kata dia.
Ia berharap, tim kesehatan bersiaga penuh di tempat penghitungan suara di PPK selama rekapitulasi berlangsung.
"Bahkan kalau pleno sampai jam 12 malam, maka tim medis juga harus ada di sana sampai jam 12 malam, sama seperti pertandingan olahraga, tim medis ada mulai pertandingan dimulai sampai selesai," ujar dia.
Sehingga, bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, tim medis dapat bertindak cepat.
Ia menegaskan, proses rekapitulasi suara tetap harus dilakukan sesuai dengan tahapan, karenanya seluruh petugas mesti dalam kondisi "fit" dan sehat agar bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.
"Dalam perjalanan pelaksanaan pemilu, ternyata membutuhkan pikiran dan tenaga dengan waktu yang lama, maka yang harus kita pikirkan dan lakukan adalah upaya pencegahan agar tidak terjadi kelelahan berlebihan," tuturnya.
Sementara itu, hingga saat ini, KPU Kepri mencatat seorang anggota KPPS meninggal dan 3 orang orang lainnya sakit, selama melaksanakan tugasnya dalam Pemilu 2019.
"Kami mencatat seorang meninggal, tiga orang sakit," kata Komisioner KPU Kepri, Widiyono Agung.
Seorang KPPS yang meninggal yaitu Ketua TPS 05 Kecamatan Tebing, Karimun, Achmad Adnan. Dan tiga orang yang sakit yaitu Joko Suderajat dari Natuna, Tumbal Pakpahan dari Batam dan Suhaimi dari Karimun.
"Sejak Senin (22/4), kami menggandeng Dinkes melakukan pencegahan, dengan mengecek kesehatan KPPS. Ini sudah dilakukan di seluruh Batam," kata Komisioner KPU Kepri, Koordinator Wilayah Kota Batam, Widiyono Agung di Batam, Senin.
Berdasarkan pantauan ANTARA, ambulans dari puskesmas setempat bersiaga di sekitar tempat penghitungan suara, di antaranya di PPK Sekupang dan PPK Sagulung.
Sedangkan PPK yang berada di pulau penyangga, seperti Bulang, aparat kepolisian menurunkan dokter polisi untuk memeriksa kesehatan petugas.
"Kami berharap langkah serupa juga dilakukan di seluruh wilayah di Provinsi Kepri. Saya sudah sampaikan pada kawan-kawan agar bekerja sama dengan tim medis dari Pemkot," kata dia.
Ia berharap, tim kesehatan bersiaga penuh di tempat penghitungan suara di PPK selama rekapitulasi berlangsung.
"Bahkan kalau pleno sampai jam 12 malam, maka tim medis juga harus ada di sana sampai jam 12 malam, sama seperti pertandingan olahraga, tim medis ada mulai pertandingan dimulai sampai selesai," ujar dia.
Sehingga, bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, tim medis dapat bertindak cepat.
Ia menegaskan, proses rekapitulasi suara tetap harus dilakukan sesuai dengan tahapan, karenanya seluruh petugas mesti dalam kondisi "fit" dan sehat agar bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.
"Dalam perjalanan pelaksanaan pemilu, ternyata membutuhkan pikiran dan tenaga dengan waktu yang lama, maka yang harus kita pikirkan dan lakukan adalah upaya pencegahan agar tidak terjadi kelelahan berlebihan," tuturnya.
Sementara itu, hingga saat ini, KPU Kepri mencatat seorang anggota KPPS meninggal dan 3 orang orang lainnya sakit, selama melaksanakan tugasnya dalam Pemilu 2019.
"Kami mencatat seorang meninggal, tiga orang sakit," kata Komisioner KPU Kepri, Widiyono Agung.
Seorang KPPS yang meninggal yaitu Ketua TPS 05 Kecamatan Tebing, Karimun, Achmad Adnan. Dan tiga orang yang sakit yaitu Joko Suderajat dari Natuna, Tumbal Pakpahan dari Batam dan Suhaimi dari Karimun.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPU Tanjungpinang berhentikan ketua KPPS karena langgar netralitas pilkada
25 November 2024 14:42 WIB, 2024
KPU Karimun-Kepri wajibkan PPK tarik minat Gen Z lewat medsos pilkada
10 October 2024 8:56 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Mandiri Bintan Marathon perkuat komitmen keberlanjutan lingkungan lewat tanam mangrove
09 May 2026 11:49 WIB
BPJS Kesehatan Natuna evaluasi kelayakan fasilitas kesehatan di pulau penyangga
08 May 2026 19:45 WIB