Obor berbahan bakar hidrogen akan digunakan pada Olimpiade 2020
Senin, 27 Januari 2020 19:41 WIB
Web. Logo Olimpiade Tokyo 2020 (tokyo2020)
Jakarta (ANTARA) - Penyelenggara Olimpiade 2020 Tokyo akan menggunakan obor berbahan bakar hidrogen untuk pertama kalinya ketika api Olimpiade diarak mengelilingi Jepang sebagai salah satu upaya menggelar ajang yang ramah lingkungan.
Penyelenggara ingin memotong emisi karbon yang dikeluarkan ketika pesta olah raga sedunia itu berlangsung sekaligus menggunakan Olimpiade untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap isu lingkungan.
Beberapa rangkaian dari pawai obor akan menggunakan hidrogen, yang tidak akan mengeluarkan emisi karbon dioksida ketika dibakar, dan gas tersebut juga akan digunakan sebagai bahan bakar kaldron Olimpiade di upacara pembukaan dan penutupan.
Hidrogen akan digunakan untuk menyalakan obor ketika diarak melewati prefektur Fukushima dan Aichi juga di sebagaian wilayah Tokyo, sementara di bagian lain akan menggunakan bahan bakar gas.
"Selama persiapan ajang ini, Tokyo 2020 telah secara konsisten mempromosikan konservasi energi dan penggunaan energi terbarukan dengan tujuan untuk mendukung terciptanya masyarakat berkarbon netral," demikian pernyataan penyelenggara Olimpiade 2020 seperti dikutip Reuters, Senin.
Selain itu, sekitar 500 mobil yang ditenagai sel bahan bakar hidrogen akan digunakan selama Olimpiade, yang digelar dari 24 Juli hingga 9 Agustus.
Inisiatif lainnya untuk memangkas dampak terhadap lingkungan termasuk menyediakan kasur yang dibuat dari kardus yang didaur ulang untuk wisma atlet, kemudian medali Olimpiade yang dibuat dari daur ulang komponen-komponen elektronik dan obor yang berbahan dasar limbah alumunium.
Pawai obor Olimpiade akan dimulai di Fukushima pada 26 Maret dan menyusuri semua 47 prefektur di Jepang sebelum upacara pembukaan digelar pada 24 Juli.
Penyelenggara ingin memotong emisi karbon yang dikeluarkan ketika pesta olah raga sedunia itu berlangsung sekaligus menggunakan Olimpiade untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap isu lingkungan.
Beberapa rangkaian dari pawai obor akan menggunakan hidrogen, yang tidak akan mengeluarkan emisi karbon dioksida ketika dibakar, dan gas tersebut juga akan digunakan sebagai bahan bakar kaldron Olimpiade di upacara pembukaan dan penutupan.
Hidrogen akan digunakan untuk menyalakan obor ketika diarak melewati prefektur Fukushima dan Aichi juga di sebagaian wilayah Tokyo, sementara di bagian lain akan menggunakan bahan bakar gas.
"Selama persiapan ajang ini, Tokyo 2020 telah secara konsisten mempromosikan konservasi energi dan penggunaan energi terbarukan dengan tujuan untuk mendukung terciptanya masyarakat berkarbon netral," demikian pernyataan penyelenggara Olimpiade 2020 seperti dikutip Reuters, Senin.
Selain itu, sekitar 500 mobil yang ditenagai sel bahan bakar hidrogen akan digunakan selama Olimpiade, yang digelar dari 24 Juli hingga 9 Agustus.
Inisiatif lainnya untuk memangkas dampak terhadap lingkungan termasuk menyediakan kasur yang dibuat dari kardus yang didaur ulang untuk wisma atlet, kemudian medali Olimpiade yang dibuat dari daur ulang komponen-komponen elektronik dan obor yang berbahan dasar limbah alumunium.
Pawai obor Olimpiade akan dimulai di Fukushima pada 26 Maret dan menyusuri semua 47 prefektur di Jepang sebelum upacara pembukaan digelar pada 24 Juli.
Pewarta : Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK cegah 13 orang ke luar negeri terkait kasus dugaan korupsi mesin EDC tahun 2020-2024
30 June 2025 16:28 WIB
Ombudsman Kepri awasi seleksi penerimaan CASN 2024 guna cegah penyimpangan
10 September 2024 13:07 WIB, 2024
Pejabat KPU Badung jadi tersangka korupsi dana hibah Pemilihan Bupati 2020
14 February 2023 17:09 WIB, 2023
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
Tren "mudik terbalik" saat Imlek kian populer di kalangan anak muda di China
12 February 2026 12:12 WIB
Komisi Eropa ajukan keberatan ke Meta terkait pembatasan akses AI di WhatsApp
10 February 2026 13:54 WIB
Perdana Menteri Inggris minta maaf atas penunjukan dubes terkait kasus Epstein
06 February 2026 15:53 WIB
Gencatan senjata tahap kedua, 54 jenazah warga Palestina telah tiba di Gaza
05 February 2026 11:16 WIB
Kapolri usulkan Bintang Bhayangkara untuk Meri Hoegeng bentuk penghormatan
04 February 2026 14:22 WIB