Kadin dukung pariwisata Bintan beroperasi kembali
Jumat, 22 Mei 2020 18:58 WIB
Pariwisata di Bintan siap beroperasi kembali dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19. (Foto/Kadin Bintan)
Bintan (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau mendukung penuh langkah yang dilakukan Bintan Resort Cakrawal (BRC) untuk menggerakkan kembali industri pariwisata agar mampu memberikan dampak ekonomi bagi daerah.
"Pariwisata adalah penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Bintan, untuk itu kita harus benar benar didorong dan dukung upaya untuk kembali membangkitkan Pariwisata, khususnya di Bintan," kata Ketua Kadin Bintan, Edi Surbakti, Kamis (21/5).
Kendati begitu, Edi berpesan agar upaya yang dilakukan nantinya harus memperhatikan protokol kesehatan COVID-19, baik bagi para wisatawan, pekerja maupun masyarakat sekitar.
Pihaknya juga menyambut baik rencana BRC selaku Kawasan Pariwisata Terpadu Lagoi yang akan menyusun rencana dan standar operating procedure penanganan wisatawan khususnya di dengan mengacu pada panduan WHO.
"Penanganan meliputi kapal ferry di pintu masuk pelabuhan, sarana transportasi, destinasi wisata serta pengelola resort resort yang ada di Lagoi," ungkapnya.
Sapril Sembiring, selaku ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Tanjungpinang-Bintan turut mengapresiasi langkah ini dan siap mendukung agar aktivitas pariwisata kembali dibuka, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara dengan penanganan sesuai prosedur kesehatan.
"Ekonomi harus digerakkan,namun dengan tidak mengabaikan aspek aspek kesehatan. Pemerintah Daerah harus segera menyusun roadmap langkah langkah persiapan menuju "new normal" Pariwisata Kepri," sebut Sapril.
Sementara itu, Group General Manager BRC, Abdul Wahab mengaku tengah berkoordinasi dengan pemerintah dan stakeholder terkait untuk menyempurnakan beberapa langkah langkah dalam penanganan dan pengelolaan kepariwisataan khususnya di kawasan Bintan Resort.
Dia berjanji akan terus meningkatkan peran serta masyarakat dan pengusaha lokal untuk bersama sama memajukan pariwisata di wilayah Kepri.
Selama ini, lanjutnya, Bintan Resort tidak memiliki bahan jadi untuk dikonsumsi di resort, namun mereka menggunakan pelaku usaha lokal sebagai supplier.
"Kita akan terus mengutamakan kolaborasi bersama untuk memajukan Ekonomi Kabupaten Bintan dan Provinsi Kepri," tuturnya.
"Pariwisata adalah penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Bintan, untuk itu kita harus benar benar didorong dan dukung upaya untuk kembali membangkitkan Pariwisata, khususnya di Bintan," kata Ketua Kadin Bintan, Edi Surbakti, Kamis (21/5).
Kendati begitu, Edi berpesan agar upaya yang dilakukan nantinya harus memperhatikan protokol kesehatan COVID-19, baik bagi para wisatawan, pekerja maupun masyarakat sekitar.
Pihaknya juga menyambut baik rencana BRC selaku Kawasan Pariwisata Terpadu Lagoi yang akan menyusun rencana dan standar operating procedure penanganan wisatawan khususnya di dengan mengacu pada panduan WHO.
"Penanganan meliputi kapal ferry di pintu masuk pelabuhan, sarana transportasi, destinasi wisata serta pengelola resort resort yang ada di Lagoi," ungkapnya.
Sapril Sembiring, selaku ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Tanjungpinang-Bintan turut mengapresiasi langkah ini dan siap mendukung agar aktivitas pariwisata kembali dibuka, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara dengan penanganan sesuai prosedur kesehatan.
"Ekonomi harus digerakkan,namun dengan tidak mengabaikan aspek aspek kesehatan. Pemerintah Daerah harus segera menyusun roadmap langkah langkah persiapan menuju "new normal" Pariwisata Kepri," sebut Sapril.
Sementara itu, Group General Manager BRC, Abdul Wahab mengaku tengah berkoordinasi dengan pemerintah dan stakeholder terkait untuk menyempurnakan beberapa langkah langkah dalam penanganan dan pengelolaan kepariwisataan khususnya di kawasan Bintan Resort.
Dia berjanji akan terus meningkatkan peran serta masyarakat dan pengusaha lokal untuk bersama sama memajukan pariwisata di wilayah Kepri.
Selama ini, lanjutnya, Bintan Resort tidak memiliki bahan jadi untuk dikonsumsi di resort, namun mereka menggunakan pelaku usaha lokal sebagai supplier.
"Kita akan terus mengutamakan kolaborasi bersama untuk memajukan Ekonomi Kabupaten Bintan dan Provinsi Kepri," tuturnya.
Pewarta : Ogen
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UPTD Damkar Tanjung Uban berhasil padamkan kebakaran lahan seluas 1,5 hektare
12 March 2026 10:27 WIB
Mudik Lebaran 2026: ASDP Batam beri diskon tiket 12 persen rute Punggur-Tanjung Uban
11 March 2026 10:27 WIB
Wamendag Dyah Roro Esti: Produk fashion Lobam Bintan potensial tembus pasar ekspor
10 March 2026 15:24 WIB
Cuaca Kepri 10 Maret: Suhu di Karimun tembus 33 derajat Celsius, Batam-Pinang berawan
10 March 2026 6:26 WIB
Terpopuler - Rasa Kepri
Lihat Juga
Harga tiket reri Singapura-Batam naik, Disbudpar pastikan wisata tetap normal
13 March 2026 15:42 WIB
Sering ngantuk saat puasa? Ahli Gizi: Jangan andalkan kopi saat sahur, ini risikonya
24 February 2026 17:36 WIB
Komunitas The Speakers' Room cara seru latihan Bahasa Inggris pekerja di Batam
04 January 2026 7:26 WIB