Danau Toba ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark
Minggu, 12 Juli 2020 15:19 WIB
Menparekraf senang Danau Toba ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (Birkom Kemenparekraf)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/KaBaparekraf) Wishnutama Kusubandio menyatakan menyambut baik ditetapkannya Danau Toba di Sumatera Utara sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG).
Menparekaf Wishnutama Kusubandio dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu, menjelaskan, Danau Toba yang menjadi salah satu destinasi pariwisata super prioritas telah tersertifikasi tingkat dunia oleh UNESCO Global Geopark (UGG) sehingga Danau Toba akan semakin terkenal di level dunia dan yang terpenting memberi manfaat bagi masyarakat setempat.
“Danau Toba bisa menjadi sumber pendapatan untuk masyarakat yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan jadi destinasi wisata. Memadukan 3 potensi utama yaitu ‘geodiversity’, ‘biodiversity’, ‘culture diversity’, Danau Toba memiliki peranan penting menopang sektor pariwisata,” katanya.
Menparerkaf menjelaskan, melalui pengembangan geopariwisata yang berkelanjutan, diharapkan akan membuat masyarakat setempat memiliki peluang untuk meningkatkan budaya, produk lokal, dan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas.
“Penetapan ini memberi kesempatan plus tanggung jawab bagi Indonesia, untuk mendorong pengembangan perekonomian dan pembangunan berkelanjutan di kawasan sekitar,” katanya.
Kaldera Toba atau yang lebih dikenal sebagai Danau Toba ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Perancis, Selasa, 2 Juli 2020.
Kaldera Toba berhasil masuk daftar UNESCO setelah dinilai dan diputuskan oleh UNESCO Global Geoparks Council pada Konferensi Internasional UNESCO Global Geoparks ke-IV di Lombok, Indonesia, pada 31 Agustus-2 September 2019.
Menparekaf Wishnutama Kusubandio dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu, menjelaskan, Danau Toba yang menjadi salah satu destinasi pariwisata super prioritas telah tersertifikasi tingkat dunia oleh UNESCO Global Geopark (UGG) sehingga Danau Toba akan semakin terkenal di level dunia dan yang terpenting memberi manfaat bagi masyarakat setempat.
“Danau Toba bisa menjadi sumber pendapatan untuk masyarakat yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan jadi destinasi wisata. Memadukan 3 potensi utama yaitu ‘geodiversity’, ‘biodiversity’, ‘culture diversity’, Danau Toba memiliki peranan penting menopang sektor pariwisata,” katanya.
Menparerkaf menjelaskan, melalui pengembangan geopariwisata yang berkelanjutan, diharapkan akan membuat masyarakat setempat memiliki peluang untuk meningkatkan budaya, produk lokal, dan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas.
“Penetapan ini memberi kesempatan plus tanggung jawab bagi Indonesia, untuk mendorong pengembangan perekonomian dan pembangunan berkelanjutan di kawasan sekitar,” katanya.
Kaldera Toba atau yang lebih dikenal sebagai Danau Toba ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Perancis, Selasa, 2 Juli 2020.
Kaldera Toba berhasil masuk daftar UNESCO setelah dinilai dan diputuskan oleh UNESCO Global Geoparks Council pada Konferensi Internasional UNESCO Global Geoparks ke-IV di Lombok, Indonesia, pada 31 Agustus-2 September 2019.
Pewarta : Hanni Sofia
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cabang olahraga ski air Kepri beradaptasi baik di lokasi pertandingan
02 September 2024 17:11 WIB, 2024
ASDP Batam: Kendaraan berstatus FTZ tetap bayar PPN meski beli tiket online
23 August 2024 16:07 WIB, 2024
ASDP Batam sediakan area parkir sementara selama arus mudik Lebaran 2024
05 April 2024 15:15 WIB, 2024
ASDP Telaga Punggur Batam buka pemesanan tiket daring antisipasi antrean panjang
23 March 2024 15:39 WIB, 2024
Lomba dayung "Solu Bolon" ramaikan Aquabike Jetski World Championship Danau Toba
17 November 2023 14:44 WIB, 2023
Terpopuler - Rasa Kepri
Lihat Juga
Komunitas The Speakers' Room cara seru latihan Bahasa Inggris pekerja di Batam
04 January 2026 7:26 WIB