Plt Gubernur Kepri janji tampung anak masuk ke sekolah negeri
Senin, 13 Juli 2020 20:37 WIB
Ilustrasi - Siswa SMK Negeri di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. ANTARA/Ogen
Tanjungpinang (ANTARA) - Plt Gubernur Provinsi Kepri, Isdianto berjanji anak-anak yang akan masuk sekolah ke jenjang pendidikan tingkat SMA/SMK Negeri bisa terakomodir dan tertampung.
"Masalah banyaknya para calon siswa baru SMA dan SMK Negeri yang belum di terima, kami akan berusaha menerima semua para calon siswa baru tersebut, sesuai dengan daerah dan zonasi masing-masing, kata Isdianto di Tanjungpinang, Senin (13/7).
Menurut Isdianto, tim teknis Dinas Pendidikan Provinsi Kepri saat ini sedang bekerja mengevaluasi berapa yang belum bisa diterima dan berapa lokal yang akan ditambahkan agar semuanya bisa bersekolah.
Solusinya untuk mengatasi ini, kata Isdianto, yakni menambah ruang kelas baru untuk sekolah-sekolah yang masih memungkinkan.
"Kita tunggu tim teknis Disdik Kepri yang sedang mendata di lapangan, berapa calon siswa yang belum bisa diterima di sekolah negeri ini," ujar Isdianto.
Lanjut dia, hal ini sebagai upaya menampung pelajar-pelajar dalam zonasi yang pada PPDB tahun ajaran 2020-2021 tidak tertampung.
Sebelumnya, Isdianto mendapat laporan banyak anak-anak yang rumahnya dekat dengan sekolah, tapi karena keterbatasan daya tampung mereka tidak bisa diterima.
Seperti di SMA Negeri 3 Batam, sistem menolak karena daya tampung sudah terpenuhi. Dari 1.705 pendaftar sebanyak 1.128 tertolak oleh sistem karena jaraknya.
Dalam pertemuan dengan Kepala SMA dan SMK Negeri, akhir pekan lalu, Isdianto sudah berpesan jangan sampai anak-anak Kepri putus sekolah.
"Solusi cepat harus ditemukan sehingga mereka bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar," ujar Isdianto.
Untuk di Batam, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi tentang lahan sekolah. Dia berharap ada solusi terbaik untuk kemajuan pendidikan masyarakat Batam dan Kepri.
Di Kepri, lanjut dia, tahun ini dalam laporan ada 17.917 lulusan SMP/MTS. Dari jumlah itu, daya tampung se-Kepri hanya 13.137. Artinya masih ada selisih 6.544 pelajar. Sementara untuk Batam diperkirakan ada sekitar 1.545 selisih yang belum tertampung.
Isdianto juga mendapat laporan masih ada beberapa zona yang masih kosong. Dia sudah memerintahkan Dinas Pendidikan untuk segera menyelesaikan masalah ini.
"Harus cepat diselesaikan. Beri solusi terbaik untuk kemajuan pendidikan dan anak-anak Kepri," demikian Isdianto.
"Masalah banyaknya para calon siswa baru SMA dan SMK Negeri yang belum di terima, kami akan berusaha menerima semua para calon siswa baru tersebut, sesuai dengan daerah dan zonasi masing-masing, kata Isdianto di Tanjungpinang, Senin (13/7).
Menurut Isdianto, tim teknis Dinas Pendidikan Provinsi Kepri saat ini sedang bekerja mengevaluasi berapa yang belum bisa diterima dan berapa lokal yang akan ditambahkan agar semuanya bisa bersekolah.
Solusinya untuk mengatasi ini, kata Isdianto, yakni menambah ruang kelas baru untuk sekolah-sekolah yang masih memungkinkan.
"Kita tunggu tim teknis Disdik Kepri yang sedang mendata di lapangan, berapa calon siswa yang belum bisa diterima di sekolah negeri ini," ujar Isdianto.
Lanjut dia, hal ini sebagai upaya menampung pelajar-pelajar dalam zonasi yang pada PPDB tahun ajaran 2020-2021 tidak tertampung.
Sebelumnya, Isdianto mendapat laporan banyak anak-anak yang rumahnya dekat dengan sekolah, tapi karena keterbatasan daya tampung mereka tidak bisa diterima.
Seperti di SMA Negeri 3 Batam, sistem menolak karena daya tampung sudah terpenuhi. Dari 1.705 pendaftar sebanyak 1.128 tertolak oleh sistem karena jaraknya.
Dalam pertemuan dengan Kepala SMA dan SMK Negeri, akhir pekan lalu, Isdianto sudah berpesan jangan sampai anak-anak Kepri putus sekolah.
"Solusi cepat harus ditemukan sehingga mereka bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar," ujar Isdianto.
Untuk di Batam, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi tentang lahan sekolah. Dia berharap ada solusi terbaik untuk kemajuan pendidikan masyarakat Batam dan Kepri.
Di Kepri, lanjut dia, tahun ini dalam laporan ada 17.917 lulusan SMP/MTS. Dari jumlah itu, daya tampung se-Kepri hanya 13.137. Artinya masih ada selisih 6.544 pelajar. Sementara untuk Batam diperkirakan ada sekitar 1.545 selisih yang belum tertampung.
Isdianto juga mendapat laporan masih ada beberapa zona yang masih kosong. Dia sudah memerintahkan Dinas Pendidikan untuk segera menyelesaikan masalah ini.
"Harus cepat diselesaikan. Beri solusi terbaik untuk kemajuan pendidikan dan anak-anak Kepri," demikian Isdianto.
Pewarta : Ogen
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK duga Sugiri Sancoko tampung uang dugaan suap melalui rekening milik ajudannya
13 January 2026 11:00 WIB
Pelindo 1 tampung aspirasi warga tingkatkan fasilitas pelabuhan SBP Tanjungpinang
01 February 2025 10:56 WIB, 2025
Pemkot Batam pastikan daya tampung sekolah memenuhi jika zonasi dihapus
27 November 2024 13:10 WIB, 2024
Disdik Kepri imbau sekolah agar terima siswa baru sesuai daya tampungnya
10 June 2024 15:59 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Tim SAR evakuasi jenazah di Perairan Karimun, diduga korban laka laut Singapura
31 March 2026 7:31 WIB