Masyarakat diingatkan waspada akan peredaran uang palsu saat pilkada
Kamis, 1 Oktober 2020 10:15 WIB
Polda Sumbar (Istimewa)
Padang, (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat meminta masyarakat daerah itu agar waspada terhadap peredaran uang palsu jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang direncanakan pada 9 Desember 2020
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto di Padang, Kamis, mengatakan peredaran uang palsu dikhawatirkan terjadi jelang pelaksanaan Pilkada
Ia mengatakan tahapan pilkada ini akan dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melancarkan peredaran uang palsu dengan memanfaatkan momen tersebut.
“Kami berharap masyarakat dapat kenali dan teliti dengan uang kertas dengan dilihat, diraba dan diterawang,” kata dia.
Ia juga mengimbau mengimbau kepada masyarakatuntuk ikut berperan aktif dan apabila menemukan hal tersebut untuk segera memberitahukannya kepada petugas kepolisian setempat.
"Kami juga melakukan pengawasan dan patroli untuk hal mengantisipasi peredaran uang ilegal tersebut," kata dia.
Ia juga mengajak masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial dengan tidak menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian dalam tahapan Pilkada serentak 2020.
Ia mengatakan setiap informasi yang didapatkan harus ditelaah kebenarannya dan apakah itu benar atau bohong namun yang terpenting tidak ikut menyebarkan
Ia berharap pengguna media sosial, harus dapat menyaring setiap informasi sebelum membagikannya, budaya literasi sangat diperlukan untuk mengantisipasi tersebarnya informasi yang tidak benar.
Ia berharap pengguna media sosial, harus dapat menyaring setiap informasi sebelum membagikannya, budaya literasi sangat diperlukan untuk mengantisipasi tersebarnya informasi yang tidak benar.
“Kami tetap akan mengajak masyarakat untuk ikut secara bersama-sama menepis berita bohong dan bijak bermedia sosial.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto di Padang, Kamis, mengatakan peredaran uang palsu dikhawatirkan terjadi jelang pelaksanaan Pilkada
Ia mengatakan tahapan pilkada ini akan dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melancarkan peredaran uang palsu dengan memanfaatkan momen tersebut.
“Kami berharap masyarakat dapat kenali dan teliti dengan uang kertas dengan dilihat, diraba dan diterawang,” kata dia.
Ia juga mengimbau mengimbau kepada masyarakatuntuk ikut berperan aktif dan apabila menemukan hal tersebut untuk segera memberitahukannya kepada petugas kepolisian setempat.
"Kami juga melakukan pengawasan dan patroli untuk hal mengantisipasi peredaran uang ilegal tersebut," kata dia.
Ia juga mengajak masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial dengan tidak menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian dalam tahapan Pilkada serentak 2020.
Ia mengatakan setiap informasi yang didapatkan harus ditelaah kebenarannya dan apakah itu benar atau bohong namun yang terpenting tidak ikut menyebarkan
Ia berharap pengguna media sosial, harus dapat menyaring setiap informasi sebelum membagikannya, budaya literasi sangat diperlukan untuk mengantisipasi tersebarnya informasi yang tidak benar.
Ia berharap pengguna media sosial, harus dapat menyaring setiap informasi sebelum membagikannya, budaya literasi sangat diperlukan untuk mengantisipasi tersebarnya informasi yang tidak benar.
“Kami tetap akan mengajak masyarakat untuk ikut secara bersama-sama menepis berita bohong dan bijak bermedia sosial.
Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah tambah anggran pemulihan pasca bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar
05 February 2026 15:35 WIB
Kejati Kepri periksa oknum jaksa diduga terlibat pembalakan liar di Sumbar
11 December 2025 8:30 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Pakar sebut pelaku penyiraman air keras harus diadili di peradilan umum pada kasus Andrie Yunus
26 March 2026 14:44 WIB