PTS dominasi penerima PKKM 2021

id Paristiyanti Nurwardani,Kemendikbudristek,PTS,kompetisi,kampus merdeka

PTS dominasi penerima PKKM 2021

Tangkapan layar Sekretaris Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek Paristiyanti Nurwardani di Jakarta, Jumat (15/9/2021). (FOTO ANTARA/Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek Paristiyanti Nurwardani mengatakan bahwa sebanyak 65 persen pemenang Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) adalah perguruan tinggi swasta (PTS).

“Dari 142 perguruan tinggi yang menerima bantuan PKKM 2021, bisa dikatakan perguruan tinggi swasta (PTS) memenangi kompetisi PKKM tahun 2021 ini,” katanya dalam taklimat media di Jakarta, Jumat.

Dia menambahkan program itu merupakan percepatan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mendorong transformasi dan inovasi perguruan tinggi.

Pada 2021,Kemendikbudristek memberikan bantuan sebesar Ro415 miliar pada 142 perguruan tinggi di Tanah Air.

Pihaknya mengapresiasi Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Jawa Barat yang berhasil mengakselerasi Indikator Kinerja Utama (IKU) di perguruan tinggi melalui PKKM.

“Dengan anggaran bantuan hanya Rp1 miliar, tapi dapat membuat kegiatan yang kolaboratif dan juga partisipatif. Dari delapan IKU yang ada, Universitas Maranatha berhasil mengakselerasi lima IKU,” tambah dia.

Selain itu, kompetisi tersebut juga melibatkan 1.300 mahasiswa dan lebih dari 100 industri.

Menurut Paristiyanti Nurwardani  apa yang dilakukan oleh Universitas Maranatha tersebut sangat efesien dan efektif dalam melakukan percepatan IKU di kampus. Hasil akhir dari program PKKM di Universitas Maranatha itu adalah hari kewirausahaan.

Wakil Rekor Bidang Keuangan Universitas Maranatha, Maya Malindu, mengatakan pihaknya berupaya menanamkan kewirausahaan sejak muda sehingga bisa melahirkan lulusan yang optimistis dan pantang menyerah.

Pada kegiatan PKKM tersebut, pihaknya melakukan kolaborasi lintas program studi di perguruan tinggi, kerja sama dengan industri dan juga kolaborasi dengan jenjang pendidikan lainnya seperti SD, SMP dan SMA.

“Adanya pandemi ini justru mempermudah kolaborasi dengan pemangku kepentingan lainnya,” demikian Maya Malindu.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE