Logo Header Antaranews Kepri

Dinkes Karimun Waspadai Malaria Proyek Jalan Pesisir

Selasa, 27 Juli 2010 22:01 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA News) - Dinas Kesehatan Karimun, Kepulauan Riau mewaspadai perkembangbiakan nyamuk malaria di genangan air di lokasi proyek pembangunan jalan pesisir sepanjang pantai Tanjung Balai Karimun.

''Kami mewaspadai genangan di proyek itu karena potensial tempat berkembang biak anopheles, vektor penular penyakit malaria,'' kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Karimun, Rachmadi, di Tanjung Balai Karimun, Selasa.

Rachmadi menuturkan, penimbunan lahan pantai di proyek itu menimbulkan genangan-genangan air tawar yang bercampur air laut.

''Anopheles dapat berkembang biak pada genangan air dengan kadar garam (salinitas) antara 6 hingga 11 persen,'' ucapnya.

Menurut dia, percampuran air tawar dan asin akibat pasang surut laut dikhawatirkan meninggalkan genangan dengan kadar garam yang masih dalam batas toleransi membiaknya nyamuk tersebut.

''Inilah yang kami waspadai dan terus pantau agar keberadaan genangan air di sekitar proyek tidak menjadi sarang perkembangbiakanya nyamuk,'' ujarnya.

Ia mengungkapkan telah menyurvei genangan air di lokasi proyek beberapa waktu lalu.

Hasilnya, belum ada genangan air yang salinitasnya antara 6 hingga 11 persen, tetapi akan tetapi Dinkes Karimun akan terua memantau agar dapat mencegah merebaknya wabah malaria di pusat kota Tanjung Balai Karimun sedini mungkin.

''Proyek itu berada di pinggir pantai yang di sekitarnya banyak dihuni warga,'' tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Karimun tengah menimbun 5 haktare areal pantai untuk pembangunan jalan pesisir yang dilengkapi dengan sarana pariwisata. (Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026